Sinopsis
Reizen van Raden Mas Aria Poerwa Lelana uit het Javaansch in het Madoereesch vertaald. 1882. Buku Reizen van Raden Mas Aria Poerwa Lelana uit het Javaansch in het Madoereesch vertaald adalah karya perjalanan seorang bangsawan Jawa abad ke-19 yang menceritakan pengalamannya menjelajahi pulau Jawa antara tahun 1860–1875. Buku ini ditulis oleh Raden Mas Adipati Arya Candranegara I (1836–1885), diterbitkan di Leiden oleh E.J. Brill pada tahun 1882, dan merupakan salah satu karya sastra perjalanan Jawa yang penting. Isi Utama Buku Latar Belakang Penulis Raden Mas Aria Poerwa Lelana adalah seorang bangsawan Jawa dari keluarga Candranegara. Ia menuliskan catatan perjalanan dalam bahasa Jawa, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Madura dan diterbitkan oleh penerbit Belanda. Tujuan dan Konteks Buku ini bukan sekadar catatan perjalanan pribadi, tetapi juga berfungsi sebagai karya sastra yang memperlihatkan cara pandang seorang bangsawan Jawa terhadap dunia luar, budaya, dan masyarakat yang ditemuinya. Menjadi dokumentasi tentang kondisi sosial, budaya, dan politik Jawa pada masa kolonial. Menunjukkan hubungan antara tradisi lokal dengan pengaruh kolonial Belanda. Isi Cerita Perjalanan Deskripsi perjalanan di Jawa: kota-kota, desa, dan lanskap alam yang dilalui. Pengamatan sosial: kehidupan rakyat, adat istiadat, dan interaksi antar kelompok masyarakat. Refleksi pribadi: pandangan penulis tentang moralitas, pendidikan, dan modernitas. Bahasa dan sastra: ditulis dengan gaya naratif Jawa klasik, penuh peribahasa dan ungkapan tradisional. Nilai Penting Memberikan sudut pandang pribumi tentang perjalanan dan kehidupan di Jawa, berbeda dari catatan kolonial Belanda. Menjadi salah satu contoh awal sastra perjalanan Nusantara yang ditulis oleh orang Jawa sendiri. Menjadi bahan kajian penting dalam bidang filologi, sejarah, dan antropologi budaya Jawa. Signifikansi Buku ini memperlihatkan bagaimana seorang bangsawan Jawa menafsirkan dunia di sekitarnya, sekaligus menjadi jembatan antara tradisi lokal dan penerbitan kolonial. Karya ini juga menunjukkan keragaman bahasa (ditulis dalam Jawa, diterjemahkan ke Madura, dan diterbitkan dalam konteks Belanda), sehingga menjadi bukti interaksi budaya yang kompleks di abad ke-19. Kini, buku ini dianggap sebagai dokumen sejarah dan sastra yang berharga, karena menyimpan perspektif lokal yang jarang terdengar pada masa kolonial.
Related Sources in Our Collections
----
UGM Research Collections Link
----