Sinopsis
Kawruh jiwa : wejanganipun Ki Ageng Suryomentaraman. Jilid 1. Buku Kawruh Jiwa: Wejanganipun Ki Ageng Suryomentaraman, Jilid 1 berisi ajaran filsafat Jawa tentang memahami diri, mengolah rasa, dan mencapai ketenteraman batin. Fokus utamanya adalah bagaimana manusia mengenali “raos” (perasaan) dan menggunakannya untuk hidup selaras dengan diri sendiri dan orang lain. Isi Pokok Buku Pengarang & Konteks Ditulis oleh Ki Ageng Suryomentaraman (Grangsang Suryomentaram), seorang bangsawan Jawa yang meninggalkan kehidupan keraton untuk mendalami filsafat hidup rakyat biasa. Buku ini diterbitkan oleh Haji Masagung pada tahun 1989. Tema Utama: Kawruh Jiwa (Ilmu Jiwa Jawa) Kawruh Jiwa adalah ajaran introspektif tentang kesadaran diri dan pengelolaan rasa. Menekankan bahwa manusia harus memahami raos sami (perasaan yang sama) dan raos langgeng (perasaan yang abadi) sebagai dasar hubungan sosial. Mengajarkan bahwa kebahagiaan bukan berasal dari harta atau kedudukan, melainkan dari ketenteraman batin dan kemampuan menerima keadaan. Struktur Isi Jilid 1 Berdasarkan catatan isi buku. Bab Geyan – pengantar tentang tujuan kawruh jiwa. Bab Raos Sami – membahas kesamaan rasa antar manusia, bahwa setiap orang memiliki kebutuhan dan perasaan yang serupa. Bab Raos Langgeng – menjelaskan perasaan yang bersifat abadi, seperti cinta kasih, kebersamaan, dan ketenteraman. Bagian lain (tidak ditampilkan penuh dalam katalog) membahas praktik hidup sehari-hari: keluarga, pekerjaan, dan cara menghadapi kesulitan dengan sikap nrimo (menerima) dan eling (sadar). Nilai Filosofis Menolak pandangan hidup yang hanya mengejar materi. Menekankan kesadaran diri sebagai pusat kebahagiaan. Menghubungkan filsafat Jawa dengan praktik hidup sederhana, sehingga ajaran ini mudah dipahami masyarakat luas. Signifikansi Buku ini menjadi fondasi pemikiran Suryomentaram yang kemudian berkembang dalam jilid-jilid berikutnya. Ia dianggap sebagai salah satu karya penting dalam filsafat Jawa modern, karena menggabungkan tradisi keraton dengan pengalaman rakyat biasa. Kawruh Jiwa sering dipakai sebagai rujukan dalam kajian psikologi budaya Jawa, etnografi, dan pendidikan karakter.
Related Sources in Our Collections
----
UGM Research Collections Link
----