Sinopsis

Ukuran Keempat. Buku Ukuran Keempat karya Ki Ageng Suryomentaram adalah kumpulan ceramah tahun 1953 di Magelang yang membahas dimensi “keempat” dalam kehidupan manusia: kesadaran rasa sebagai ukuran kebahagiaan sejati. Ia menekankan bahwa kebahagiaan tidak ditentukan oleh harta, kedudukan, atau pengetahuan semata, melainkan oleh kemampuan manusia mengolah dan memahami rasa. Isi Pokok Buku Latar Belakang Ceramah disampaikan oleh Ki Ageng Suryomentaram pada tahun 1953 di Magelang, kemudian diterbitkan oleh Yayasan Idayu (1974). Buku ini merupakan bagian dari seri ajaran Kawruh Jiwa, yang menekankan introspeksi dan olah rasa sebagai jalan menuju kebahagiaan. Konsep “Ukuran Keempat” Sebelum “ukuran keempat”, manusia biasanya menilai hidup dengan tiga ukuran: benda (materi), pikiran (akal), dan perasaan (emosi). Ukuran keempat adalah kesadaran rasa – kemampuan untuk menyadari, menghayati, dan mengendalikan rasa secara mendalam. Dengan ukuran ini, manusia tidak lagi terjebak pada kepuasan semu, melainkan menemukan kebahagiaan yang lebih universal dan abadi. Isi Ceramah Pengalaman rasa: bagaimana manusia merasakan senang, susah, kecewa, atau puas, dan bagaimana rasa itu bisa diteliti. Kramadangsa (ego): dijelaskan sebagai sumber banyak kesulitan, karena keakuan membuat manusia terikat pada kepentingan pribadi. Contoh sehari-hari: Suryomentaram menggunakan ilustrasi sederhana—hubungan suami-istri, pekerjaan, bahkan dongeng Nyai Rara Kidul—untuk menunjukkan bagaimana rasa bekerja dalam kehidupan nyata. Tujuan akhir: membimbing manusia agar mampu hidup dengan rasa yang seimbang, sehingga tercapai kebahagiaan bersama, bukan hanya pribadi. Nilai Filosofis Humanistik: menekankan bahwa semua orang, tanpa memandang status sosial, memiliki rasa yang sama. Psikologi Jawa: memperlihatkan pendekatan khas Jawa dalam memahami jiwa, berbeda dari psikologi Barat yang lebih menekankan akal dan perilaku. Praktis: ajaran ini tidak abstrak, tetapi langsung menyentuh pengalaman sehari-hari, sehingga mudah dipahami masyarakat luas. Signifikansi Ukuran Keempat menjadi salah satu karya penting yang memperlihatkan kedalaman filsafat rasa Ki Ageng Suryomentaram. Buku ini sering dijadikan rujukan dalam kajian psikologi budaya Jawa, pendidikan karakter, dan filsafat hidup Nusantara. Ia memperlihatkan bagaimana introspeksi rasa bisa menjadi jalan menuju kebahagiaan universal, melampaui sekadar kepuasan materi atau intelektual.


Related Sources in Our Collections

----

UGM Research Collections Link

----

Perhatian: Dokumen yang berukuran besar mungkin akan muncul lebih lama.