Sinopsis
Ijazah Hidup dan Rasa Unggul. Buku Ijazah Hidup dan Rasa Unggul karya Ki Ageng Suryomentaram berisi uraian filsafat kebatinan Jawa yang menekankan pentingnya kesadaran rasa sebagai “ijazah hidup” dan bagaimana manusia bisa mencapai “rasa unggul” — yaitu kemampuan batin untuk hidup tenteram, tidak terikat pada harta, kedudukan, atau nafsu pribadi. Isi Pokok Buku Latar Belakang Ditulis oleh Ki Ageng Suryomentaram dan diterbitkan oleh Yayasan Idayu pada tahun 1980. Merupakan bagian dari rangkaian ajaran Kawruh Jiwa, yang menekankan introspeksi dan olah rasa sebagai jalan hidup. Konsep “Ijazah Hidup” Ijazah hidup bukan berupa gelar akademik, melainkan pengalaman batin yang mendalam. Suryomentaram menekankan bahwa setiap orang bisa memperoleh “ijazah hidup” dengan memahami dan mengolah rasa dalam kehidupan sehari-hari. Hidup dianggap berhasil bukan karena prestasi materi, melainkan karena ketenteraman batin. Konsep “Rasa Unggul” Rasa unggul adalah kondisi ketika seseorang mampu mengendalikan ego (kramadangsa) dan tidak mudah terguncang oleh kesenangan atau penderitaan. Orang yang memiliki rasa unggul tidak merasa lebih tinggi dari orang lain, melainkan mampu melihat kesamaan rasa antar manusia. Rasa unggul berarti kebebasan batin dari ikatan nafsu, ambisi, dan rasa takut. Isi Ceramah dan Wejangan Menjelaskan bagaimana manusia menghadapi kebutuhan hidup (butuh), cita-cita (gegayuhan), dan penderitaan (susah, cilaka) dengan sikap sadar dan menerima. Menekankan pentingnya nrimo (menerima) dan eling (sadar) sebagai dasar kebahagiaan. Menguraikan praktik hidup sederhana: hubungan keluarga, pekerjaan, dan interaksi sosial yang berlandaskan kesadaran rasa. Nilai Filosofis Humanistik: menekankan kesetaraan rasa antar manusia. Psikologi Jawa: memperlihatkan pendekatan khas Jawa dalam memahami jiwa, berbeda dari psikologi Barat yang lebih menekankan akal atau perilaku. Praktis: ajaran ini langsung menyentuh pengalaman sehari-hari, sehingga mudah dipahami masyarakat luas. Signifikansi Buku ini menjadi salah satu karya penting Suryomentaram yang memperlihatkan kedalaman filsafat rasa Jawa. Sering dijadikan rujukan dalam kajian psikologi budaya Jawa, pendidikan karakter, dan filsafat hidup Nusantara. Mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati adalah hasil dari kesadaran rasa unggul, bukan dari pencapaian materi atau status sosial.
Related Sources in Our Collections
----
UGM Research Collections Link
----