Sinopsis
Babad Muhammad. Babad Muhammad adalah naskah Jawa berbentuk tembang macapat yang menceritakan riwayat Nabi Muhammad—mulai dari kelahiran, masa kecil, hingga perjalanan hidupnya. Teks ini ditulis dalam bahasa Jawa dengan aksara Jawa, terdiri dari beberapa pupuh (lagu macapat), dan merupakan adaptasi lokal yang sering menyimpang dari versi sejarah Islam yang umum dikenal. Latar Belakang Judul: Babad Muhammad (kadang disebut Babad Nabi Muhammad). Bentuk: Tembang macapat (puisi Jawa tradisional). Bahasa & Aksara: Bahasa Jawa, ditulis dengan aksara Jawa. Koleksi: Salah satu naskah tersimpan di Museum Sonobudoyo Yogyakarta (kode PB A 105). Ringkasan: Pada 1940, Mandrasastra membuat ringkasan atas perintah Pigeaud, terdiri dari 11 pupuh. Isi Pokok Kelahiran Nabi Muhammad Diceritakan dengan gaya babad Jawa, menekankan tanda-tanda kelahiran yang dianggap luar biasa. Menggunakan pupuh asmaradana dan sinom untuk menggambarkan suasana kelahiran. Masa kecil dan remaja Kisah pengasuhan Nabi, perjalanan hidup awal, dan pengalaman spiritual. Disajikan dengan pupuh pangkur dan mijil. Kenabian dan dakwah Peristiwa turunnya wahyu, perjuangan menyebarkan Islam, dan tantangan dari masyarakat Quraisy. Pupuh durma digunakan untuk menggambarkan konflik dan perjuangan. Perbedaan versi Cerita dalam naskah ini menyimpang dari riwayat Islam ortodoks, karena diadaptasi ke dalam tradisi Jawa. Misalnya, beberapa tokoh Arab disebut dengan nama yang disesuaikan dengan fonetik Jawa. Signifikansi Filologi Jawa-Islam: Menunjukkan bagaimana kisah Nabi Muhammad diadaptasi ke dalam tradisi sastra Jawa. Sinkretisme budaya: Memperlihatkan percampuran antara Islam dengan tradisi lokal Jawa, baik dalam bentuk bahasa maupun struktur tembang. Historiografi: Penting sebagai sumber untuk memahami penerimaan Islam di Jawa dan cara masyarakat lokal menarasikan tokoh sentral agama. Kesimpulan Babad Muhammad adalah naskah Jawa yang menarasikan riwayat Nabi Muhammad dalam bentuk tembang macapat, dengan gaya khas babad yang bercampur unsur lokal. Ia bukan sekadar teks keagamaan, melainkan juga dokumen budaya yang memperlihatkan proses sinkretisasi Islam dengan tradisi Jawa.
Related Sources in Our Collections
----
UGM Research Collections Link
----