Sinopsis
Ilmu Jiwa Kramadangsa. Buku Ilmu Jiwa Kramadangsa karya Ki Ageng Suryomentaram adalah salah satu teks penting dalam rangkaian ajaran Kawruh Jiwa. Buku ini membahas secara mendalam tentang “kramadangsa” — istilah Jawa yang merujuk pada ego atau keakuan manusia — dan bagaimana ia menjadi sumber penderitaan batin bila tidak disadari dan dikendalikan. Isi Pokok Buku Latar Belakang Ilmu Jiwa Kramadangsa diterbitkan oleh Yayasan Idayu (1978). Merupakan bagian dari ceramah dan wejangan Suryomentaram yang menekankan introspeksi rasa. “Kramadangsa” dipahami sebagai aku pribadi yang melekat pada tubuh, pikiran, dan nafsu. Konsep Kramadangsa (Ego) Kramadangsa adalah pusat keakuan: “aku butuh”, “aku ingin”, “aku susah”, “aku senang”. Ego ini membuat manusia terikat pada kebutuhan, cita-cita, dan penderitaan. Bila tidak disadari, kramadangsa menimbulkan rasa unggul, iri, kecewa, dan konflik sosial. Isi Pokok Ajaran dalam Buku Butuh dan Gegayuhan: manusia selalu merasa perlu (butuh) dan bercita-cita (gegayuhan), tetapi bila dikendalikan ego, keduanya menimbulkan penderitaan. Susah dan Cilaka: penderitaan dianggap wajar, tetapi kramadangsa memperbesar rasa susah karena melekat pada “aku”. Rasa Unggul dan Rasa Rendah: ego membuat manusia merasa lebih tinggi atau lebih rendah dari orang lain. Kesadaran Rasa: jalan keluar dari kramadangsa adalah menyadari bahwa semua manusia memiliki rasa yang sama (raos sami), sehingga tidak ada alasan untuk merasa lebih atau kurang. Tujuan akhir: membebaskan diri dari ikatan ego agar mencapai ketenteraman batin. Nilai Filosofis Psikologi Jawa: menekankan introspeksi rasa sebagai cara memahami diri, berbeda dari psikologi Barat yang menekankan perilaku atau akal. Humanistik: mengajarkan kesetaraan rasa antar manusia, sehingga tidak ada hierarki batin. Praktis: ajaran ini langsung menyentuh pengalaman sehari-hari — kebutuhan, cita-cita, penderitaan — sehingga mudah dipahami masyarakat luas. Signifikansi Ilmu Jiwa Kramadangsa adalah salah satu karya paling berpengaruh dari Suryomentaram karena menguraikan akar penderitaan manusia: ego. Buku ini sering dijadikan rujukan dalam kajian psikologi budaya Jawa, pendidikan karakter, dan filsafat hidup Nusantara. Ia memperlihatkan bagaimana introspeksi rasa bisa menjadi jalan menuju kebebasan batin dan kebahagiaan sejati.
Related Sources in Our Collections
----