Sinopsis
Ilmu Pendidikan Dan Seni Suara XI. Jawaban singkat: Ilmu Pendidikan dan Seni Suara XI karya Ki Ageng Suryomentaram (Jakarta: Yayasan Idayu, 1979) adalah buku kecil (±40 halaman) yang berisi wejangan tentang hubungan antara pendidikan jiwa dan seni suara (musik/vokal) sebagai sarana membentuk kebahagiaan batin. Seri XI ini melanjutkan ajaran Ilmu Bahagia dengan fokus pada bagaimana suara, nyanyian, dan ekspresi musikal dapat menjadi media pendidikan rasa dan karakter. Latar Belakang Pengarang: Ki Ageng Suryomentaram (1892–1962), filsuf Jawa yang mengembangkan Kawruh Jiwa atau Ilmu Bahagia. Penerbit: Yayasan Idayu, Jakarta, 1979. Format: 40 halaman, ukuran 21 x 15 cm. Konteks: Bagian dari seri panjang wejangan Suryomentaram yang mengaitkan pendidikan dengan seni sebagai jalan menuju kebahagiaan. Pokok Isi Pendidikan Jiwa melalui Seni Suara Suara manusia bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga sarana melatih rasa. Nyanyian dan musik dipandang sebagai media untuk mengasah kepekaan batin. Keterkaitan Ilmu Bahagia dengan Seni Seni suara membantu manusia memahami dirinya, karena suara mencerminkan kondisi batin. Dengan melatih suara, seseorang belajar mengendalikan emosi dan mencapai ketenangan. Prinsip Pendidikan Pendidikan tidak hanya intelektual, tetapi juga pendidikan rasa. Seni suara dijadikan metode praktis untuk menumbuhkan harmoni antara pikiran, rasa, dan tindakan. Kebahagiaan sebagai Tujuan Inti ajaran tetap pada ilmu bahagia: kebahagiaan sejati lahir dari kesadaran diri. Seni suara adalah salah satu jalan untuk mencapai kebahagiaan, karena ia menyalurkan rasa secara jujur dan alami. Signifikansi Filsafat pendidikan Jawa: Menunjukkan bahwa pendidikan harus menyentuh dimensi batin, bukan hanya pengetahuan. Psikologi praktis: Seni suara dipandang sebagai terapi batin, mirip dengan konsep musik sebagai healing. Historiografi: Buku ini memperlihatkan bagaimana Suryomentaram mengintegrasikan seni ke dalam ajaran Kawruh Jiwa.