Sinopsis

De residentie Madoera. 1899. De residentie Madoera (1899) karya Willem van Gelder adalah sebuah deskripsi geografis, etnografis, dan administratif tentang Pulau Madura sebagai salah satu residentie (wilayah administratif) Hindia Belanda. Buku ini diterbitkan oleh Koninklijk Nederlands Aardrijkskundig Genootschap (KNAG) dan berfungsi sebagai laporan kolonial yang memadukan data sejarah, sosial, dan ekonomi Madura pada akhir abad ke-19. Isi Buku De residentie Madoera (1899) Geografi dan administrasi: Menjelaskan letak Pulau Madura, termasuk pulau-pulau kecil seperti Kangean dan Sapudi. Membagi Madura ke dalam empat afdeelingen (kabupaten kolonial): Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Menyebutkan pusat pemerintahan kolonial di Pamekasan. Sejarah kolonial: Menguraikan bagaimana Belanda mulai menegakkan kontrol langsung atas Madura sejak pertengahan abad ke-19. Menyinggung peran bangsawan lokal (para adipati) dan hubungan mereka dengan pemerintah kolonial. Kehidupan sosial-ekonomi: Kondisi masyarakat Madura, termasuk sistem pertanian (padi, tembakau, garam). Perdagangan lokal dan hubungan dengan Jawa serta pelabuhan-pelabuhan besar. Catatan tentang migrasi orang Madura ke Jawa sebagai buruh atau prajurit. Budaya dan etnografi: Gambaran tentang adat istiadat, bahasa, dan karakter masyarakat Madura. Penekanan pada stereotip kolonial tentang “keras” dan “berani” sebagai ciri orang Madura. Tujuan penerbitan: Sebagai bagian dari seri KNAG yang mendokumentasikan wilayah Hindia Belanda untuk kalangan akademik dan birokrat. Memberikan informasi praktis bagi administrasi kolonial sekaligus memperkenalkan Madura kepada pembaca Belanda. Tahun Terbit Tahun terbit: 1899. Penerbit: KNAG (Koninklijk Nederlands Aardrijkskundig Genootschap). Penulis: Willem van Gelder. Signifikansi Historiografi kolonial: menjadi sumber primer tentang bagaimana Belanda memandang Madura sebagai wilayah administratif dan etnografis. Etnografi Jawa-Madura: memberi gambaran tentang masyarakat Madura, meski dengan bias kolonial. Arsip penting: hingga kini, buku ini masih digunakan sebagai referensi dalam studi sejarah kolonial dan antropologi Madura. Kesimpulan: De residentie Madoera (1899) adalah laporan kolonial yang mendeskripsikan Madura dari segi geografi, administrasi, sejarah, ekonomi, dan budaya. Buku ini penting sebagai dokumen kolonial yang memperlihatkan cara Belanda mengarsipkan dan memahami Madura dalam kerangka pemerintahan Hindia Belanda.


Related Sources in Our Collections

----

UGM Research Collections Link

----

Perhatian: Dokumen yang berukuran besar mungkin akan muncul lebih lama.