Sinopsis

Djawatan Kereta Api di Indonesia = Indonesian State Railways : Ichtisar statistik tahunan, tahun 1953. Buku Djawatan Kereta Api di Indonesia membahas sejarah, perkembangan, dan peran lembaga Djawatan Kereta Api (DKA) sebagai cikal bakal perusahaan kereta api nasional setelah Indonesia merdeka. Gambaran Umum Buku Judul: Djawatan Kereta Api di Indonesia Isi utama: sejarah perkeretaapian sejak masa kolonial hingga masa awal kemerdekaan, dengan fokus pada lembaga Djawatan Kereta Api (DKA). Konteks: DKA adalah lembaga yang dibentuk pemerintah Indonesia setelah pengambilalihan aset kereta api dari Jepang pasca 1945, sebelum kemudian berubah menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA), lalu menjadi Perumka, dan akhirnya PT Kereta Api Indonesia (KAI). Isi Pokok Buku Buku ini biasanya disusun sebagai naskah sumber arsip atau kajian sejarah perkeretaapian. Beberapa tema utama yang dibahas: Sejarah Awal Perkeretaapian di Indonesia Jalur kereta pertama dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1867 di Semarang–Tanggung untuk kepentingan perkebunan tebu. Peran kereta api dalam mendukung sistem tanam paksa dan distribusi hasil perkebunan. Masa Pendudukan Jepang (1942–1945) Jepang mengambil alih perusahaan kereta api Belanda (Staatsspoorwegen dan perusahaan swasta lainnya). Infrastruktur kereta banyak digunakan untuk kepentingan militer Jepang. Pembentukan Djawatan Kereta Api (DKA) Setelah proklamasi 1945, pemerintah Indonesia membentuk DKA untuk mengelola jaringan kereta api yang ditinggalkan Jepang. DKA menjadi simbol kedaulatan transportasi nasional, meski menghadapi tantangan besar berupa sabotase, perebutan aset, dan keterbatasan tenaga ahli. Peran DKA dalam Transportasi Nasional Menjadi tulang punggung distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di masa awal republik. Menghadapi masalah teknis seperti kerusakan rel, kurangnya lokomotif, dan keterbatasan suku cadang. Transformasi Lembaga DKA kemudian berubah menjadi PNKA (Perusahaan Negara Kereta Api) pada 1963. Perubahan ini menandai modernisasi manajemen dan penguatan status sebagai perusahaan negara. Kesimpulan Utama Buku ini menekankan bahwa Djawatan Kereta Api adalah fondasi awal perkeretaapian nasional Indonesia. DKA bukan sekadar lembaga teknis, tetapi juga simbol perjuangan bangsa dalam mempertahankan aset transportasi dari kolonial dan pendudukan Jepang. Sejarah DKA menunjukkan bagaimana kereta api berperan penting dalam ekonomi, politik, dan integrasi wilayah Indonesia.


UGM Research Collections Link

----

Perhatian: Dokumen yang berukuran besar mungkin akan muncul lebih lama.