Sinopsis

Sekitar Wali Sanga. Buku Sekitar Wali Sanga (1960) karya Solichin Salam berisi uraian tentang sejarah, peran, dan keteladanan para Wali Sanga sebagai tokoh penyebar Islam di Jawa. Isinya menekankan bagaimana mereka menjadi pemimpin, guru, dan kyai yang dekat dengan masyarakat serta membentuk fondasi budaya Islam-Jawa. Isi Pokok Buku Sekitar Wali Sanga (1960) Latar Belakang Penulisan Ditulis oleh Solichin Salam, seorang sejarawan dan penulis yang banyak menulis tentang sejarah Islam di Jawa. Diterbitkan oleh Menara Kudus pada tahun 1960. Buku ini termasuk karya klasik yang mencoba menggabungkan sejarah, tradisi lisan, dan catatan kolonial tentang Wali Sanga. Profil Wali Sanga Buku ini menguraikan sembilan tokoh utama penyebar Islam di Jawa: Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) Sunan Ampel (Raden Rahmat) Sunan Giri (Raden Paku) Sunan Bonang (Makdum Ibrahim) Sunan Drajat (Raden Qasim) Sunan Kalijaga (Raden Said) Sunan Kudus (Ja’far Shadiq) Sunan Muria (Raden Umar Said) **Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). Peran Sosial dan Keagamaan Wali Sanga digambarkan sebagai pemimpin masyarakat, guru, dan kyai yang sangat dihormati. Mereka tidak hanya menyebarkan Islam, tetapi juga membangun tatanan sosial, pendidikan, dan budaya yang berakar pada tradisi Jawa. Metode dakwah mereka menekankan akulturasi budaya, misalnya penggunaan wayang, gamelan, dan seni lokal untuk menyampaikan ajaran Islam. Keteladanan dan Nilai Moral Buku ini menekankan bahwa Wali Sanga adalah teladan dalam hal kesederhanaan, kebijaksanaan, dan kedekatan dengan rakyat. Mereka menjadi simbol integrasi antara ajaran Islam dan budaya Jawa, sehingga Islam diterima secara damai. Nilai Historis dan Budaya Buku ini berfungsi sebagai sumber rujukan klasik tentang Wali Sanga, meski bercampur antara sejarah faktual dan legenda. Ia memperlihatkan bagaimana Islam di Jawa berkembang melalui pendekatan kultural dan humanis, bukan konfrontatif. Menjadi salah satu teks penting dalam historiografi Islam Nusantara. Catatan Kontekstual Buku Sekitar Wali Sanga menegaskan bahwa penyebaran Islam di Jawa bukan sekadar proses keagamaan, tetapi juga transformasi sosial-budaya. Ia memperlihatkan bagaimana Wali Sanga membentuk identitas Islam-Jawa yang khas, yang hingga kini masih terasa dalam tradisi masyarakat.


Related Sources in Our Collections

----

UGM Research Collections Link

----

Perhatian: Dokumen yang berukuran besar mungkin akan muncul lebih lama.