Sinopsis
De vrije arbeid te Soerabaija, getoetst aan de waarheid. 1859. De vrije arbeid te Soerabaija, getoetst aan de waarheid adalah sebuah pamflet/ buku kecil yang terbit tahun 1859 di Belanda. Penulisnya adalah J. H. Tobias, seorang pengusaha dan pengamat kolonial. Isinya merupakan kritik terhadap sistem “vrije arbeid” (kerja bebas) yang mulai diterapkan di Surabaya setelah berakhirnya Cultuurstelsel (tanam paksa). Tobias berusaha menunjukkan bahwa klaim pemerintah kolonial tentang keberhasilan kerja bebas tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Isi Buku De vrije arbeid te Soerabaija (1859) Latar belakang: Pada pertengahan abad ke-19, pemerintah Hindia Belanda mulai beralih dari sistem tanam paksa menuju sistem kerja bebas. Surabaya menjadi salah satu pusat eksperimen kebijakan ini, terutama dalam sektor perkebunan tebu dan perdagangan. Konten utama: Kritik terhadap propaganda kolonial: Tobias menilai bahwa laporan resmi pemerintah yang menggambarkan kerja bebas sebagai sukses adalah menyesatkan. Kondisi buruh Jawa: ia menekankan bahwa buruh di Surabaya tetap miskin, terikat hutang, dan tidak benar-benar bebas dalam memilih pekerjaan. Eksploitasi ekonomi: menunjukkan bagaimana pengusaha Eropa tetap menguasai tanah dan modal, sementara orang Jawa hanya menjadi tenaga kerja murah. Data empiris: Tobias menggunakan contoh konkret dari Surabaya (produksi, upah, kondisi sosial) untuk membantah klaim pemerintah. Nada polemis: buku ini ditulis sebagai pamflet politik-ekonomi, dengan gaya argumentatif untuk memengaruhi opini publik di Belanda. Tujuan penerbitan: Menyuarakan kritik terhadap kebijakan kolonial yang dianggap tidak adil. Memberi gambaran “realitas” Surabaya kepada pembaca Belanda, sehingga mereka tidak hanya percaya pada laporan resmi pemerintah. Tahun Terbit Tahun terbit: 1859. Signifikansi Sejarah kolonial: menjadi salah satu sumber primer tentang transisi dari tanam paksa ke kerja bebas di Jawa. Ekonomi kolonial: memperlihatkan bagaimana sistem kerja bebas tetap sarat eksploitasi. Historiografi kritis: contoh awal dari literatur kolonial yang berani menentang narasi resmi pemerintah Hindia Belanda.
Related Sources in Our Collections
----
UGM Research Collections Link
----