Sinopsis

Documenten omtrent herman willem daendels : governeur-general van Ned Ost Indie. "Documenten omtrent Herman Willem Daendels, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch Oost-Indië" (Dokumen-dokumen mengenai Herman Willem Daendels, Gubernur Jenderal Hindia Belanda) berisi kumpulan berkas resmi, surat-menyurat, laporan, serta keputusan pemerintahan selama masa jabatannya di Jawa (1808–1811). Berikut adalah ringkasan isi dan garis besar dokumen-dokumen tersebut: 1. Laporan Pertanggungjawaban Pemerintahan (Staat van Nederlandsch Indische Bezittingen) Laporan Keuangan & Administrasi: Berisi rincian pendapatan, pengeluaran, serta kondisi keuangan wilayah koloni pasca-runtuhnya VOC. Evaluasi Reformasi Birokrasi: Catatan mengenai perombakan struktur birokrasi, penataan ulang aparatur sipil, dan penundukan status bupati menjadi pegawai kolonial yang digaji. 2. Instruksi & Kebijakan Bidang Pertahanan / Militer Pertahanan dari Serangan Inggris: Dokumen tugas utama dari Raja Louis Bonaparte untuk mempertahankan Pulau Jawa dari invasi Inggris. Pembangunan Jalan Raya Pos (Grote Postweg): Laporan, perintah, dan korespondensi terkait pembangunan jalan dari Anyer hingga Panarukan, penyediaan tenaga kerja, serta biaya pengeluarannya. Pangkalan & Benteng: Keputusan pendirian benteng-benteng pertahanan baru, pabrik senjata di Semarang/Surabaya, serta pangkalan armada militer di Ujung Kulon dan Anyer. 3. Kebijakan Ekonomi, Perpajakan, & Agraria Penyerahan Wajib & Pajak (Verplichte Leverantie): Peraturan wajib tanam dan penyerahan hasil bumi (seperti kopi) kepada pemerintah. Penjualan Tanah Ke Swasta: Dokumen transaksi dan kebijakan penjualan tanah-tanah negara/swasta (partikelir) kepada pihak asing/swasta untuk menutup kas kolonial. 4. Hubungan Politik dengan Kerajaan-Kerajaan Lokal Intervensi Kesultanan/Kerajaan: Berkas perselisihan dan perjanjian politik dengan Kesultanan Yogyakarta, Surakarta, serta keputusan penghapusan/pembatasan kekuasaan Kerajaan Banten dan Cirebon. Protokoler & Kedudukan Bupati: Peraturan baru yang mewajibkan raja-raja dan bupati lokal tunduk pada perwakilan/prefek (prefect) pemerintah Belanda. 5. Reformasi Peradilan (Rechtspraak) Pemisahan Peradilan: Pembentukan sistem peradilan baru yang memisahkan pengadilan untuk kaum Eropa, Orang Timur Asing (Cina/Arab), dan rakyat pribumi. Pemberantasan Korupsi: Peraturan dan tindakan hukum terhadap penyalahgunaan kekuasaan oleh pejabat kolonial.


Related Sources in Our Collections

----

UGM Research Collections Link

----

Perhatian: Dokumen yang berukuran besar mungkin akan muncul lebih lama.