Sinopsis
De Bonische expeditien : krijgsgebeurtenissen op Celebes in 1859 en 1860. Tweede Deel. Buku De Bonische Expeditien: Krijgsgebeurtenissen op Celebes in 1859 en 1860. Tweede Deel adalah laporan militer-historis tentang ekspedisi Belanda ke wilayah Bone, Sulawesi Selatan, pada pertengahan abad ke-19. Isi Pokok Buku Konteks sejarah Ekspedisi Bone terjadi setelah konflik antara Kesultanan Bone dan pemerintah kolonial Belanda. Tahun 1859–1860 ditandai dengan perlawanan Bone terhadap dominasi kolonial, sehingga Belanda mengirimkan pasukan untuk menundukkan kerajaan tersebut. Buku ini merupakan deel twee (bagian kedua) dari laporan resmi, sehingga melanjutkan narasi dari volume pertama. Isi utama Kronologi pertempuran: uraian detail tentang operasi militer Belanda di Bone, termasuk strategi, jalur gerakan pasukan, dan pertempuran besar. Tokoh-tokoh penting: baik dari pihak Belanda (perwira KNIL, pejabat kolonial) maupun dari pihak Bone (aristokrat dan pemimpin lokal). Deskripsi wilayah: kondisi geografis Sulawesi Selatan yang memengaruhi jalannya perang, seperti sungai, hutan, dan benteng. Politik kolonial: penjelasan tentang alasan Belanda melakukan ekspedisi, yaitu untuk memperkuat kontrol atas Sulawesi dan menegakkan perjanjian politik dengan kerajaan-kerajaan lokal. Dampak sosial: meski ditulis dari sudut pandang kolonial, buku ini menyinggung akibat perang bagi masyarakat Bone, termasuk kerugian material dan perubahan struktur kekuasaan. Karakter teks Ditulis dengan gaya laporan resmi militer, penuh detail kronologis dan dokumentasi. Perspektifnya jelas kolonial: menekankan legitimasi tindakan Belanda dan menggambarkan Bone sebagai wilayah yang harus “ditertibkan.” Signifikansi Sejarah kolonial Sulawesi: Buku ini adalah sumber primer tentang konflik Bone–Belanda, salah satu episode penting dalam sejarah perlawanan lokal terhadap kolonialisme. Militer kolonial: Memberikan gambaran tentang strategi dan operasi KNIL (Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger) di lapangan. Historiografi kolonial: Menunjukkan bagaimana Belanda membingkai perang sebagai “ekspedisi” untuk menjustifikasi intervensi politik dan militer.
Related Sources in Our Collections
----
UGM Research Collections Link
----