Sinopsis

Zeehaven en Kolenstation Sabang 1899-1924. Buku Zeehaven en Kolenstation Sabang 1899–1924 adalah gedenkschrift (naskah peringatan) yang diterbitkan untuk memperingati 25 tahun berdirinya perusahaan pelabuhan dan stasiun batu bara Sabang di masa Hindia Belanda. Buku ini menyajikan dokumentasi sejarah, perkembangan, dan peran strategis Sabang sebagai pelabuhan internasional. Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai isi dan cakupan buku tersebut: Informasi Umum Buku Judul: Zeehaven en Kolenstation Sabang 1899–1924 Penulis: M.G. de Boer Tahun terbit: 1924 Penerbit: Amsterdam Jumlah halaman: 47 halaman Format: Softcover, dilengkapi dengan foto-foto dokumenter. Isi dan Fokus Utama Buku ini merupakan catatan sejarah dan refleksi atas 25 tahun operasional pelabuhan dan stasiun batu bara Sabang, yang berfungsi sebagai titik penting dalam jalur pelayaran internasional. Beberapa poin utama yang dibahas: Sejarah pendirian pelabuhan Sabang sejak tahun 1899 sebagai pelabuhan bebas (free port) oleh pemerintah kolonial Belanda. Peran Sabang sebagai stasiun pengisian batu bara bagi kapal-kapal uap yang melintasi jalur perdagangan antara Eropa dan Asia. Fasilitas pelabuhan, termasuk dermaga, gudang, dan sistem logistik yang mendukung efisiensi bongkar muat dan pengisian bahan bakar. Statistik dan data operasional, seperti jumlah kapal yang singgah, volume batu bara yang digunakan, dan perkembangan infrastruktur. Kontribusi terhadap ekonomi kolonial, baik dalam hal perdagangan maupun militer. Foto-foto dokumentasi yang menggambarkan kondisi pelabuhan, kapal-kapal, dan aktivitas maritim di Sabang pada masa itu. Konteks Historis Sabang dipilih karena letaknya yang strategis di ujung barat Nusantara, menjadikannya titik persinggahan ideal sebelum kapal melanjutkan perjalanan ke Batavia, Singapura, atau India. Buku ini mencerminkan pandangan kolonial Belanda terhadap pembangunan infrastruktur maritim dan pentingnya Sabang dalam jaringan pelayaran global. Nilai Historis dan Dokumenter Buku ini menjadi sumber primer yang sangat penting bagi peneliti sejarah maritim, kolonialisme, dan perkembangan pelabuhan di Asia Tenggara. Menyediakan gambaran teknis dan visual tentang bagaimana pelabuhan modern dibangun dan dioperasikan pada awal abad ke-20.


Related Sources in Our Collections

----

UGM Research Collections Link

----

Perhatian: Dokumen yang berukuran besar mungkin akan muncul lebih lama.