Sinopsis

Hikajat Pelandoek Djinaka : een Maleis Dwerghertverhaal. 1929. Buku Hikajat Pelandoek Djinaka : een Maleis Dwerghertverhaal (Cerita Kancil): Buku ini merupakan kumpulan cerita rakyat Melayu yang berpusat pada tokoh Pelandoek atau Kancil, seekor kancil yang cerdik dan jenaka. Cerita-ceritanya termasuk dalam genre fabel, di mana hewan-hewan bertingkah laku seperti manusia dan mengandung pesan moral. Kancil digambarkan sebagai tokoh protagonis yang kecil fisiknya tetapi sangat pintar dan licik. Kisah-kisahnya sering melibatkan Kancil yang mengakali hewan-hewan lain yang lebih besar dan kuat, seperti harimau, buaya, atau gajah. Salah satu cerita paling terkenal adalah "Kancil Menipu Buaya" untuk menyeberangi sungai. Tema utamanya adalah kecerdikan dapat mengalahkan kekuatan fisik. Cerita juga sering menyoroti kelemahan dan kesombongan para hewan kuat yang akhirnya dikalahkan oleh si lemah. Buku ini merekam tradisi lisan Melayu yang disajikan dalam bentuk tulisan. Sebagai fabel, setiap cerita biasanya mengandung amanat atau pelajaran hidup untuk pembaca. Kancil juga sering digambarkan sebagai trickster (penipu ulung) yang tidak selalu bermoral sempurna, tapi selalu menarik simpati. Ceritanya memiliki nilai hiburan yang tinggi dengan alur yang cepat dan penuh kejutan. Buku ini penting sebagai dokumen folklor Melayu yang melestarikan warisan budaya tidak benda. Menggambarkan hubungan dan hierarki dalam dunia hewan yang merefleksikan masyarakat. Bahasa yang digunakan adalah Melayu klasik atau rendah, sesuai dengan tradisi tutur. Karya ini menunjukkan kekayaan sastra lisan Nusantara dan menjadi bagian dari khazanah cerita kancil yang dikenal luas di Indonesia dan Malaysia.


Related Sources in Our Collections

----

UGM Research Collections Link

----

Perhatian: Dokumen yang berukuran besar mungkin akan muncul lebih lama.