Sinopsis

Kissah pelajaran Abdoe'llah ke negri Djoedah. Buku Kissah Pelajaran Abdoe'llah ke Negri Djoedah adalah catatan perjalanan haji yang ditulis oleh Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi, menggambarkan pengalaman spiritual dan sosialnya saat menunaikan ibadah haji ke Mekkah pada tahun 1854. Berikut penjelasan lengkap mengenai isi dan konteks buku tersebut: Informasi Umum Judul: Kissah Pelajaran Abdoe'llah ke Negri Djoedah Penulis: Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi (juga dikenal sebagai Munsyi Abdullah) Tahun terbit: 1911 (diterbitkan oleh Commissie voor de Volkslectuur, Batavia) Bahasa: Melayu klasik dengan ejaan lama Jenis: Otobiografi perjalanan dan refleksi keagamaan. Isi dan Pokok Bahasan Buku ini merupakan catatan perjalanan haji dari Singapura ke Jeddah, yang mencakup berbagai aspek: Perjalanan laut dari Singapura ke Jeddah: Rute pelayaran, kondisi kapal, dan tantangan selama perjalanan Interaksi dengan sesama penumpang dari berbagai latar belakang Pengalaman spiritual dan religius: Refleksi pribadi tentang makna haji dan keimanan Pengamatan terhadap praktik ibadah dan kehidupan masyarakat Muslim di Jeddah Kehidupan sosial dan budaya di Jeddah: Gambaran tentang kota Jeddah pada pertengahan abad ke-19 Perbedaan budaya antara masyarakat Arab dan Melayu Catatan tentang logistik dan tata kelola haji pada masa itu. Nilai pendidikan dan moral: Penulis menyampaikan pelajaran hidup yang didapat selama perjalanan Kritik terhadap perilaku tidak disiplin atau tidak sopan dari sebagian jamaah Ajakan untuk memperbaiki akhlak dan memperdalam ilmu agama. Gaya Penulisan Ditulis dalam gaya naratif yang reflektif dan mendidik, khas karya Munsyi Abdullah. Menggunakan bahasa Melayu klasik yang kaya dengan ungkapan sastra dan peribahasa. Menyisipkan komentar sosial dan kritik terhadap kebiasaan masyarakat saat itu. Nilai Historis dan Budaya Buku ini merupakan salah satu dokumen awal tentang pengalaman haji dari Asia Tenggara, khususnya dari perspektif Melayu. Menjadi sumber penting dalam studi sejarah Islam, sastra Melayu, dan kolonialisme. Munsyi Abdullah dikenal sebagai pelopor sastra Melayu modern, dan karya ini memperkuat posisinya sebagai penulis yang kritis dan berwawasan luas.


Related Sources in Our Collections

----

UGM Research Collections Link

----

Perhatian: Dokumen yang berukuran besar mungkin akan muncul lebih lama.