Sinopsis

Bijdrage tot de kennis der Bataklanden. Reis naar Si Gompoelon en Si Lindon in Maart en April 1858. Buku Bijdrage tot de kennis der Bataklanden. Reis naar Si Gompoelon en Si Lindon in Maart en April 1858 adalah sebuah laporan perjalanan etnografis dan geografis tentang Tanah Batak di Sumatra, ditulis oleh W.A. Henny dan diterbitkan tahun 1866. Isinya berupa catatan perjalanan ke daerah Si Gompoelon dan Si Lindon pada Maret–April 1858, dengan fokus pada kondisi alam, masyarakat, dan kebudayaan Batak. Isi dan Tema Utama Latar belakang penulis W.A. Henny adalah seorang peneliti Belanda yang melakukan perjalanan ke pedalaman Sumatra Utara pada masa kolonial. Tujuannya adalah menambah pengetahuan tentang wilayah Batak yang saat itu masih relatif jarang dijelajahi oleh orang Eropa. Wilayah yang dikunjungi Perjalanan dilakukan ke daerah Si Gompoelon dan Si Lindon, dua kawasan di Tanah Batak. Catatan ini penting karena menggambarkan kondisi pedalaman Sumatra pada pertengahan abad ke-19. Isi pokok buku Deskripsi geografis: kondisi alam, pegunungan, sungai, dan jalur perjalanan menuju pedalaman. Etnografi masyarakat Batak: adat istiadat, struktur sosial, bahasa, dan praktik keagamaan. Kehidupan sehari-hari: pertanian, perdagangan lokal, serta interaksi antar kampung. Catatan kolonial: perspektif penulis sebagai orang Belanda yang melihat masyarakat Batak dari sudut pandang kolonial, termasuk komentar tentang “kemajuan” atau “keterbelakangan” menurut standar Eropa kala itu. Nilai historis Buku ini menjadi sumber awal tentang Tanah Batak dalam literatur kolonial Belanda. Ia memberikan gambaran tentang bagaimana orang Eropa pertama kali mendokumentasikan masyarakat Batak, meski sarat dengan bias orientalis. Detail Publikasi Judul lengkap: Bijdrage tot de kennis der Bataklanden. Reis naar Si Gompoelon en Si Lindon in Maart en April 1858 Penulis: W.A. Henny Tahun terbit: 1866 Dimuat dalam: Tijdschrift voor de Indische Taal-, Land- en Volkenkunde, jilid 17. Bahasa: Belanda ? Kesimpulan Buku ini adalah laporan perjalanan ilmiah sekaligus kolonial yang mendokumentasikan Tanah Batak pada 1858. Ia berisi pengamatan tentang alam, masyarakat, dan budaya Batak, serta mencerminkan cara pandang kolonial Belanda terhadap wilayah pedalaman Sumatra.


Related Sources in Our Collections

----

UGM Research Collections Link

----

Perhatian: Dokumen yang berukuran besar mungkin akan muncul lebih lama.