Sinopsis
Siti Mariam. Buku Siti Mariam (1994) karya M. Atar Semi adalah sebuah karya sastra berbentuk kaba (cerita rakyat Minangkabau) yang diterbitkan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Isinya mengisahkan perjalanan hidup tokoh Siti Mariam dengan nuansa budaya Minangkabau, menekankan nilai moral, sosial, dan tradisi lokal. Isi Pokok Buku Siti Mariam (1994) Latar Belakang Penulisan Ditulis oleh M. Atar Semi, seorang akademisi dan sastrawan yang banyak meneliti serta menulis tentang sastra Minangkabau. Diterbitkan tahun 1994 sebagai bagian dari upaya dokumentasi dan pengembangan sastra daerah oleh pemerintah. Buku ini berbentuk kaba, yaitu cerita rakyat Minangkabau yang biasanya disampaikan secara lisan, kemudian dituliskan. Isi Cerita Mengisahkan tokoh utama Siti Mariam, seorang perempuan Minangkabau yang menghadapi berbagai ujian hidup. Cerita menyoroti hubungan keluarga, adat, dan cinta, serta bagaimana tokoh utama berjuang mempertahankan martabat dan nilai-nilai tradisi. Konflik dalam cerita mencerminkan pertentangan antara adat lama dan perubahan sosial, sebuah tema khas dalam sastra Minangkabau. Narasi dibangun dengan gaya bahasa yang khas kaba: penuh ungkapan adat, pepatah-petitih, dan dialog yang mencerminkan budaya lokal. Nilai Moral dan Budaya Menekankan pentingnya kesetiaan, kehormatan, dan keteguhan hati dalam menghadapi cobaan. Menggambarkan peran perempuan dalam masyarakat Minangkabau, baik sebagai penjaga adat maupun sebagai individu yang berhak menentukan jalan hidupnya. Menjadi refleksi atas dinamika sosial Minangkabau pada masa transisi modernitas. Kedudukan dalam Sastra Indonesia Buku ini berfungsi sebagai dokumen sastra daerah yang memperkaya khazanah sastra Indonesia. Ia memperlihatkan bagaimana tradisi lisan Minangkabau diadaptasi ke dalam bentuk tulisan, sehingga bisa dipelajari secara akademis. Menjadi salah satu karya penting dalam studi sastra daerah yang diterbitkan oleh lembaga resmi negara. Catatan Kontekstual Buku Siti Mariam tidak hanya penting sebagai karya sastra, tetapi juga sebagai sumber etnografis yang memperlihatkan nilai-nilai budaya Minangkabau. Ia menjadi jembatan antara tradisi lisan dan dokumentasi tertulis, sekaligus memperlihatkan bagaimana pemerintah Orde Baru berusaha melestarikan sastra daerah melalui penerbitan resmi.
Related Sources in Our Collections
----