Sinopsis
Upacara selikuran Keraton Surakarta Hadiningrat. Buku Upacara Selikuran Keraton Surakarta Hadiningrat karya Surip Suwandi membahas tradisi upacara selikuran di Keraton Surakarta sebagai warisan budaya Jawa yang sarat makna religius, sosial, dan historis Buku ini diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan melalui Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional pada tahun 1985/1986. Penulisnya adalah Surip Suwandi, yang meneliti tradisi upacara selikuran di Keraton Surakarta Hadiningrat. Upacara selikuran dilaksanakan setiap tanggal 21 bulan Jawa, khususnya bulan Ramadhan. Tradisi ini berakar dari nilai religius Islam yang dipadukan dengan adat Jawa. Keraton Surakarta menjadi pusat pelaksanaan upacara, dengan tata cara yang penuh simbol. Upacara dimulai dengan persiapan sesaji dan perlengkapan ritual. Sesaji meliputi makanan tradisional, bunga, dan perlengkapan doa. Prosesi dilakukan di lingkungan keraton dengan partisipasi keluarga raja dan abdi dalem. Makna utama upacara adalah doa keselamatan dan rasa syukur kepada Tuhan. Selain itu, upacara memperkuat hubungan antara keraton dan masyarakat sekitar. Buku ini menekankan nilai kebersamaan dan spiritualitas dalam tradisi selikuran. Upacara juga menjadi sarana pelestarian budaya Jawa yang berakar pada sinkretisme Islam-Jawa. Dokumentasi dalam buku mencakup deskripsi prosesi, simbol, dan nilai filosofis. Buku ini berfungsi sebagai referensi penting untuk memahami adat keraton Surakarta.
Related Sources in Our Collections
----
UGM Research Collections Link
----