Sinopsis
Pengarang Melayu dalam kerajaan Riau dan Abdullah Auin Abdul Kadir Munsyi dalam Sastra melayu. Buku Pengarang Melayu dalam Kerajaan Riau dan Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi dalam Sastra Melayu (Depdikbud, 1981) membahas perkembangan sastra Melayu abad ke-19, khususnya peran pengarang di Kerajaan Riau serta kontribusi Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi sebagai pelopor modernisasi bahasa dan sastra Melayu Buku ini merupakan hasil penelitian Fakultas Keguruan Universitas Riau bekerja sama dengan Depdikbud. Fokus utama adalah perkembangan sastra Melayu abad ke-19 di lingkungan Kerajaan Riau. Kerajaan Riau dikenal sebagai pusat intelektual dan kebudayaan Melayu pada masa itu. Banyak pengarang Melayu lahir dan berkarya di Riau, menghasilkan karya sastra bernuansa keagamaan, sejarah, dan sosial. Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi mendapat perhatian khusus sebagai tokoh penting sastra Melayu modern. Abdullah Munsyi dikenal sebagai penulis yang kritis terhadap tradisi lama dan berorientasi pada pembaruan. Karya-karyanya menekankan penggunaan bahasa Melayu yang lebih lugas dan komunikatif. Ia juga menulis tentang pengalaman pribadi, perjalanan, dan pandangan sosial, yang jarang dilakukan pengarang sebelumnya. Buku ini menyoroti perbedaan gaya antara pengarang tradisional Riau dan Abdullah Munsyi. Pengarang Riau cenderung mempertahankan bentuk klasik, sedangkan Abdullah Munsyi membawa semangat rasionalitas dan modernitas. Abdullah Munsyi dianggap sebagai penghubung antara tradisi sastra lama dengan sastra modern. Buku ini juga membahas pengaruh kolonialisme terhadap perkembangan sastra Melayu. Tradisi tulis di Riau tetap kuat, namun mulai mengalami perubahan karena interaksi dengan dunia luar. Penelitian ini menekankan pentingnya memahami sastra Melayu sebagai bagian dari sejarah kebudayaan Nusantara. Kesimpulannya, pengarang Riau dan Abdullah Munsyi sama-sama berperan besar dalam membentuk identitas sastra Melayu, meski dengan pendekatan berbeda.
Related Sources in Our Collections
----
UGM Research Collections Link
----