Sinopsis

Gancaran Tuwin Sekar. Gancaran Tuwin Sekar (sering dieja Gancaran Tuwin Sekar) secara harfiah berarti "Prosa dan Tembang" (gancaran = prosa/tulisan bebas, tuwin = dan/serta, sekar = tembang/puisi Jawa). Istilah ini merupakan bentuk/format penyajian karya dalam sastra Jawa klasik/modern awal yang menggabungkan dua bentuk penulisan sekaligus: penjelasan naratif berbentuk prosa (gancaran) dan bait-bait tembang macapat (sekar). Secara umum, karya atau naskah bertajuk/berformat Gancaran Tuwin Sekar biasanya berisi tentang: Petuah dan Ajaran Moral (Piwulang): Penjelasan mengenai tata krama, etika, dan nilai-nilai kehidupan yang dijelaskan lewat prosa agar mudah dipahami, lalu dipertegas menggunakan tembang macapat (seperti Asmaradana, Sinom, atau Kinanthi). Sejarah atau Babad: Penyampaian riwayat tokoh, peristiwa sejarah, atau asal-usul suatu tempat yang diawali narasi prosa kemudian dilanjutkan dengan bait tembang untuk memperindah penyampaian. Kisah Keagamaan atau Tasawuf: Penjabaran ajaran agama, keimanan, atau keteladanan para nabi dan wali yang memadukan uraian logis (prosa) dan ekspresi keindahan spiritual (tembang). Gancaran (Prosa): Berfungsi memberikan uraian lugas, penjelasan detail, atau konteks cerita agar pembaca tidak salah paham. Sekar (Tembang): Berfungsi menyimpulkan inti pesan, memberi penekanan emosional, serta memudahkan hafalan melalui rasa bahasa dan irama macapat.


Related Sources in Our Collections

----

UGM Research Collections Link

----

Perhatian: Dokumen yang berukuran besar mungkin akan muncul lebih lama.