Sinopsis

Kawi-studien : Arjuna-Wiwaha : zang I en II in tekst en vertaling met aanteekeningen en inleiding. Kawi-studien: Arjuna-Wiwaha, Zang I en II in Tekst en Vertaling met Aanteekeningen en Inleiding (1871) karya Hendrik Kern adalah edisi filologis awal yang menyajikan dua bagian pertama kakawin Arjuna Wiwaha dalam bahasa Kawi (Jawa Kuna), lengkap dengan terjemahan ke bahasa Belanda, catatan linguistik, dan pengantar kritis. Isi Pokok Buku Pengarang & Tahun: Hendrik Kern, diterbitkan oleh Martinus Nijhoff, ’s Gravenhage (Den Haag), 1871. Objek kajian: Kakawin Arjuna Wiwaha, sebuah karya sastra Jawa Kuna yang ditulis oleh Mpu Kanwa sekitar abad XI, menggambarkan kisah Arjuna dalam konteks Hindu-Buddha Jawa. Bagian yang dikaji: Zang (canto) I dan II, yaitu dua bagian awal dari kakawin. Struktur Buku Inleiding (Pengantar): Menjelaskan latar belakang kakawin Arjuna Wiwaha. Menempatkan teks dalam konteks sejarah Jawa Kuna dan tradisi sastra Kawi. Menyajikan alasan pemilihan dua canto pertama sebagai bahan studi linguistik. Teks Kawi: Menyajikan teks asli dalam bahasa Jawa Kuna (Kawi). Ditulis dengan ortografi yang disesuaikan untuk pembaca Belanda abad ke-19. Vertaling (Terjemahan): Terjemahan ke bahasa Belanda. Bertujuan memperlihatkan makna literal sekaligus nuansa sastra. Aanteekeningen (Catatan): Analisis linguistik mendetail: penggunaan konjungtif, genitif, ablatif, datif, sufiks, dan struktur morfologi. Catatan filologis tentang variasi teks, kemungkinan kesalahan naskah, dan interpretasi semantik. Penjelasan tentang simbolisme dan konteks budaya dalam bait-bait tertentu. Signifikansi Akademik Filologi kolonial: Buku ini adalah salah satu usaha awal sistematis untuk mengedit dan menerjemahkan teks Jawa Kuna dengan metode filologi Eropa. Linguistik Kawi: Kern menekankan aspek tata bahasa Kawi, menjadikannya sumber penting bagi studi bahasa Jawa Kuna dan perbandingan dengan bahasa Bali Kuna. Historiografi sastra: Memberikan gambaran bagaimana kolonial Belanda memahami dan mengkaji sastra Jawa Kuna sebagai bagian dari “warisan klasik” Asia Tenggara.


Related Sources in Our Collections

----

UGM Research Collections Link

----

Perhatian: Dokumen yang berukuran besar mungkin akan muncul lebih lama.