Sinopsis

Dagboek van dr. H.A. Bernstein's laatste reis van Ternate naar Nieuw-Guinea, Salawati en Batanta : 17 October 1864-19 April 1865. Buku Dagboek van dr. H.A. Bernstein's laatste reis van Ternate naar Nieuw-Guinea, Salawati en Batanta: 17 October 1864–19 April 1865 adalah catatan harian perjalanan terakhir Dr. Heinrich Agathon Bernstein, seorang naturalis Jerman yang bekerja untuk pemerintah kolonial Belanda. Buku ini mendokumentasikan ekspedisi ilmiah yang dilakukan dari Ternate menuju Papua Barat (khususnya pulau Salawati dan Batanta) sebelum Bernstein meninggal dunia pada tahun 1865. Isi Utama Buku Latar Belakang Penulis Dr. Heinrich Agathon Bernstein (1828–1865) adalah seorang naturalis yang banyak meneliti flora dan fauna di Hindia Belanda. Ia bekerja atas perintah pemerintah kolonial Belanda dan dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam eksplorasi alam Papua. Isi Pokok Catatan Harian Perjalanan dari Ternate ke Papua Barat: dimulai pada 17 Oktober 1864, melalui jalur laut menuju pulau Salawati dan Batanta. Observasi alam: catatan rinci tentang flora dan fauna, termasuk burung, serangga, dan tumbuhan tropis yang ditemui. Geografi dan topografi: deskripsi tentang teluk, sungai, hutan, dan kondisi alam di Papua Barat. Interaksi dengan masyarakat lokal: pengamatan tentang adat, bahasa, dan kehidupan sehari-hari orang Papua. Kehidupan ekspedisi: tantangan logistik, cuaca tropis, penyakit, serta pengalaman sehari-hari tim ekspedisi. Catatan terakhir Bernstein: perjalanan ini berakhir tragis karena Bernstein meninggal dunia pada April 1865 di Batanta akibat penyakit tropis. Struktur Buku Ditulis dalam bentuk diary (catatan harian), sehingga memberikan gambaran langsung dan personal tentang pengalaman ekspedisi. Disertai dengan ilustrasi dan peta yang memperkaya dokumentasi ilmiah. Diterbitkan sebagai bagian dari upaya mengenang kontribusi Bernstein terhadap ilmu pengetahuan kolonial. Signifikansi Dokumentasi ilmiah penting: memberikan rekaman awal tentang biodiversitas Papua Barat. Nilai etnografi: meski ditulis dari sudut pandang kolonial, catatan ini menjadi sumber berharga tentang masyarakat Papua pada abad ke-19. Sejarah kolonial: menunjukkan bagaimana pemerintah Belanda menggunakan ekspedisi ilmiah untuk memperkuat pengetahuan dan klaim kolonial. Warisan Bernstein: buku ini menjadi peninggalan terakhir seorang naturalis besar yang hidupnya diakhiri oleh penyakit tropis saat melakukan penelitian.


Related Sources in Our Collections

----

UGM Research Collections Link

----

Perhatian: Dokumen yang berukuran besar mungkin akan muncul lebih lama.