Sinopsis
The belle of Bali: being impressions of a pleasure cruise to the Dutch East Indies via Cochin, Colombo, Penang, and Singapore. Buku The Belle of Bali (1936) karya Ardaser Sorabjee N. Wadia adalah catatan perjalanan yang menggambarkan pengalaman pelayaran ke Hindia Belanda, dengan fokus pada Bali sebagai “pulau impian” penuh pesona budaya, alam, dan spiritualitas. Gambaran Umum Isi Buku Jenis karya: Travelogue (catatan perjalanan) yang ditulis dengan gaya impresi dan observasi pribadi. Rute perjalanan: Penulis berangkat melalui Cochin (India), Colombo (Sri Lanka), Penang (Malaysia), dan Singapura sebelum tiba di Hindia Belanda, khususnya Bali. Tujuan utama: Menggambarkan Bali sebagai “Isle of Dreams” (Pulau Impian), dengan keindahan alam, seni tari, musik gamelan, serta kehidupan masyarakat yang dianggap eksotis oleh wisatawan Barat pada masa kolonial. Isi dan Tema Utama Eksotisme Bali Wadia menekankan Bali sebagai tempat penuh keindahan: sawah hijau, pohon kelapa, pura, dan tarian tradisional. Ia menyebut Bali sebagai “Belle of Bali” (Si Jelita dari Bali), simbol kecantikan dan daya tarik pulau tersebut. Budaya dan Seni Buku ini banyak membahas tarian Bali (seperti janger dan tari Shiva), musik gamelan, serta ritual Hindu-Bali. Penulis terpesona oleh harmoni antara seni, agama, dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Perjalanan Kolonial Selain Bali, Wadia juga menyinggung kota-kota penting di Jawa dan Hindia Belanda, seperti Batavia (Jakarta), Borobudur, dan Buitenzorg (Bogor). Ia membandingkan suasana pasar, kuil, dan kehidupan masyarakat dengan pengalamannya di India dan Sri Lanka. Ilustrasi dan Dokumentasi Edisi pertama (1936) dilengkapi dengan 20 foto gravure berlapis tisu dalam warna sepia, menggambarkan orang-orang Bali, pura, dan lanskap tropis. Ada juga peta perjalanan dan ilustrasi tambahan. Signifikansi Buku Buku ini mencerminkan pandangan kolonial dan orientalis terhadap Bali: sebuah pulau yang dianggap “murni” dan “artistik” oleh wisatawan Barat. Menjadi salah satu karya awal yang memperkenalkan Bali ke pembaca internasional sebagai destinasi wisata budaya. Nilai historisnya terletak pada dokumentasi visual dan narasi perjalanan sebelum pariwisata Bali berkembang pesat di era modern. Dengan kata lain, The Belle of Bali bukan sekadar catatan perjalanan, tetapi juga sebuah karya yang membentuk citra Bali sebagai “pulau eksotis” di mata dunia Barat pada awal abad ke-20.
Related Sources in Our Collections
----
UGM Research Collections Link
----