Sinopsis
Reizen en onderzoekingen in den Indischen Archipel : op last der Nederlandsche Indische Regering tusschen de jaren 1828 en 1836 Deel 2. Buku Reizen en onderzoekingen in den Indischen Archipel: op last der Nederlandsche Indische Regering tusschen de jaren 1828 en 1836, Deel 2 berisi laporan perjalanan dan penelitian ilmiah yang dilakukan oleh Salomon Müller antara tahun 1828–1836 di berbagai wilayah Nusantara, khususnya Sumatra, Kalimantan, dan kepulauan timur. Isinya mencakup deskripsi geografi, flora-fauna, etnografi, serta catatan kolonial Belanda tentang kondisi sosial dan budaya masyarakat lokal. Isi Utama Buku Penulis dan Publikasi Ditulis oleh Salomon Müller (1804–1864), seorang naturalis Jerman yang bekerja untuk pemerintah Hindia Belanda. Deel 2 diterbitkan tahun 1857 oleh Frederik Muller di Amsterdam. Merupakan bagian dari seri laporan resmi ekspedisi ilmiah yang dilakukan atas perintah pemerintah kolonial Belanda. Isi Pokok Geografi dan topografi: deskripsi rinci tentang sungai, pegunungan, hutan, dan garis pantai di berbagai wilayah Nusantara. Flora dan fauna: dokumentasi spesies tumbuhan dan hewan, termasuk burung, mamalia, reptil, dan serangga yang ditemui selama ekspedisi. Etnografi: pengamatan tentang adat, bahasa, dan kehidupan masyarakat lokal di Sumatra, Kalimantan, dan kepulauan timur. Kondisi kolonial: catatan tentang hubungan antara penduduk asli dan pemerintah kolonial, termasuk perdagangan, pertanian, dan struktur sosial. Ilustrasi dan peta: buku ini dilengkapi dengan gambar dan peta yang memperkaya dokumentasi ilmiah. Tujuan Ekspedisi Menyediakan pengetahuan ilmiah tentang alam dan masyarakat di Hindia Belanda. Menilai potensi ekonomi wilayah Nusantara, terutama sumber daya alam. Memperkuat klaim kolonial Belanda dengan dokumentasi ilmiah yang sistematis. Signifikansi Buku ini menjadi salah satu karya penting dalam sejarah ilmu pengetahuan kolonial di Asia Tenggara. Memberikan rekaman awal tentang biodiversitas Nusantara, yang kemudian menjadi rujukan bagi penelitian biologi dan zoologi. Menjadi sumber utama bagi sejarawan dan antropolog untuk memahami interaksi kolonial dan masyarakat lokal pada abad ke-19. Menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan digunakan sebagai alat untuk memperkuat politik kolonial Belanda.
Related Sources in Our Collections
----
UGM Research Collections Link
----