Sinopsis
La Cote Du Poivre : Voyage a Sumatra. 1891. Buku La Côte du Poivre: Voyage à Sumatra (1891) adalah catatan perjalanan etnografis dan geografis tentang pantai barat Sumatra, khususnya wilayah penghasil lada (pepper coast), yang ditulis oleh Émile Dybowski, seorang naturalis dan penjelajah Prancis. Latar Belakang Penulis: Émile Dybowski (1856–1928), ahli agronomi dan penjelajah Prancis yang banyak melakukan ekspedisi ke Afrika dan Asia. Tujuan perjalanan: Mengunjungi Sumatra untuk mempelajari kondisi alam, perdagangan lada, serta kehidupan masyarakat di pesisir barat Sumatra. Judul: La Côte du Poivre merujuk pada daerah penghasil lada di Sumatra, yang sejak abad ke-17 dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan rempah dunia. Tahun terbit: 1891, Paris. Isi Pokok Buku Deskripsi geografis dan alam Gambaran tentang pantai barat Sumatra, pelabuhan, dan jalur perdagangan. Catatan tentang kondisi alam tropis: hutan, gunung, dan iklim. Perdagangan lada (pepper trade) Penjelasan tentang sejarah dan perkembangan perdagangan lada di Sumatra. Peran masyarakat lokal dan pedagang asing (Belanda, Inggris, dan lainnya). Dampak ekonomi lada terhadap kehidupan masyarakat pesisir. Etnografi masyarakat Sumatra Catatan tentang adat istiadat, bahasa, dan kehidupan sehari-hari masyarakat di daerah penghasil lada. Interaksi antara penduduk lokal dengan kolonial Belanda. Refleksi kolonial dan ilmiah Dybowski menulis dengan gaya naratif yang memadukan observasi ilmiah dengan kesan pribadi. Ada nuansa orientalis khas penulis Eropa abad ke-19, tetapi tetap menyimpan informasi berharga tentang Sumatra kala itu. Nilai Historis Buku ini menjadi sumber penting tentang sejarah perdagangan lada di Sumatra pada akhir abad ke-19. Memberikan gambaran tentang bagaimana penjelajah Eropa melihat Nusantara, baik dari sisi ekonomi rempah maupun budaya lokal. Menyimpan bias kolonial, tetapi tetap bernilai sebagai dokumen etnografi dan sejarah perdagangan. Kesimpulan La Côte du Poivre: Voyage à Sumatra adalah catatan perjalanan yang menyoroti perdagangan lada di pantai barat Sumatra, sekaligus menggambarkan kondisi alam dan masyarakat lokal. Buku ini memperlihatkan peran Sumatra sebagai pusat rempah dunia dan bagaimana kolonialisme membentuk interaksi sosial-ekonomi di wilayah tersebut.
Related Sources in Our Collections
----
UGM Research Collections Link
----