Sinopsis
Wet Nasehat dan Rasia Menoesia Prihal Perhoeboengan antara Lelaki dan Prampoean Atawa Pengatahaoean Prihal Kamanoesiaan Tersalin dari Roepa-roepa Boekoe Dokter. Wet Nasehat dan Rasia Menoesia Prihal Perhoeboengan antara Lelaki dan Prampoean atawa Pengatahaoean Prihal Kamanoesiaan (awal abad ke-20, ditulis dalam bahasa Melayu/Jawa dengan ejaan lama) adalah sebuah buku pendidikan seks kolonial yang disusun berdasarkan terjemahan dan adaptasi dari berbagai buku kedokteran Barat. Tujuannya adalah memberikan pengetahuan dasar tentang tubuh manusia, hubungan antara laki-laki dan perempuan, serta kesehatan reproduksi, dengan gaya populer dan mudah dipahami oleh pembaca pribumi. Isi dan Struktur Buku Buku ini berfungsi sebagai manual nasihat kesehatan dan moral. Garis besar tematiknya: Pendahuluan Menjelaskan maksud buku: memberi “nasehat” dan “rahasia manusia” tentang hubungan lelaki-perempuan. Ditulis dengan bahasa Melayu/Jawa agar bisa dipahami oleh kalangan luas, bukan hanya elit terdidik. Ilmu tentang Tubuh Manusia (Kamanoesiaan) Anatomi dasar: organ tubuh, sistem reproduksi. Penjelasan fungsi organ dengan istilah sederhana. Penekanan pada perbedaan biologis lelaki dan perempuan. Perhubungan Lelaki dan Perempuan Penjelasan tentang perkawinan dan hubungan seksual dalam kerangka moral kolonial. Nasihat tentang menjaga kesucian sebelum menikah. Bahaya hubungan di luar nikah menurut perspektif medis dan moral. Kesehatan Reproduksi Pengetahuan tentang kehamilan, persalinan, dan perawatan ibu. Penyakit kelamin (syphilis, gonorrhoe) dijelaskan sebagai “rahasia berbahaya” yang harus dihindari. Pentingnya kebersihan tubuh dan pencegahan penyakit. Nasihat Moral dan Sosial Menekankan peran keluarga dalam menjaga kesehatan dan moral. Hubungan seks dipandang sah hanya dalam perkawinan. Pendidikan seks diarahkan untuk membentuk masyarakat “tertib” sesuai norma kolonial. Konteks Historiografis Kolonialisme dan Pendidikan Seks: Buku ini mencerminkan upaya kolonial memperkenalkan pengetahuan medis Barat kepada masyarakat pribumi, tetapi dibungkus dengan moralitas kolonial. Nilai Dokumenter: Menjadi sumber penting untuk memahami bagaimana pendidikan seks dan kesehatan reproduksi diperkenalkan di Hindia Belanda. Signifikansi Akademik: Kini lebih bernilai sebagai dokumen sejarah pendidikan, linguistik (ejaan lama Melayu/Jawa), dan antropologi kesehatan, bukan sebagai rujukan medis modern. Kesimpulan Buku ini adalah manual pendidikan seks kolonial yang menggabungkan pengetahuan medis Barat dengan nasihat moral, ditulis dalam bahasa Melayu/Jawa agar dapat diakses oleh murid dan masyarakat pribumi. Nilainya kini terutama sebagai sumber historiografi pendidikan kesehatan, moralitas kolonial, dan perkembangan literasi ilmiah di Indonesia awal abad ke-20.
Related Sources in Our Collections
----
UGM Research Collections Link
----