Sinopsis
Bladen uit het dagboek van een Indisch geneesheer. 1874. Buku Bladen uit het dagboek van een Indisch geneesheer (1874) adalah kumpulan catatan perjalanan dan pengalaman seorang dokter Belanda di Hindia Belanda, khususnya di Jawa, yang ditulis oleh Isaäc Groneman. Isinya lebih berupa laporan perjalanan dan observasi sosial-budaya daripada sekadar catatan medis. Isi Pokok Buku Konteks penulisan Ditulis oleh Isaäc Groneman (1832–1912), seorang dokter yang bekerja di Hindia Belanda. Diterbitkan di Groningen oleh J.B. Wolters pada tahun 1874, dengan pengantar dari P.J. Veth, seorang orientalis dan akademisi terkemuka. Catatan mencakup periode sekitar 1855–1865, ketika Groneman bertugas di Jawa. Isi utama Laporan perjalanan di Jawa: terutama di daerah Preanger-regentschappen (Priangan, Jawa Barat). Observasi sosial dan budaya: deskripsi tentang kehidupan masyarakat pegunungan Jawa, adat istiadat, dan pandangan tentang agama. Refleksi pribadi: meskipun disebut “dagboek” (diary), gaya penulisan lebih menyerupai reisverslag (laporan perjalanan) dengan komentar reflektif. Kutipan khas: misalnya, Groneman menulis, “Time is money, zeggen de praktische Engelschen. En even als de koopman zijn geld – zoo dient de reiziger den tijd te gebruiken, waarover hij beschikken kan.” (Waktu adalah uang, kata orang Inggris praktis. Sama seperti pedagang menggunakan uangnya, demikian pula seorang pengembara harus menggunakan waktunya. Karakter teks Campuran antara catatan medis, etnografis, dan refleksi pribadi. Ditulis dengan gaya naratif yang informatif, lebih dekat ke genre egodocument (dokumen pribadi) daripada laporan ilmiah. Memberikan gambaran tentang interaksi kolonial antara dokter Eropa dan masyarakat Jawa. Signifikansi Sejarah kedokteran kolonial: meski bukan manual medis, buku ini memperlihatkan bagaimana seorang dokter kolonial mengamati masyarakat dan lingkungan tempat ia bekerja. Egodokument kolonial: menjadi sumber penting untuk memahami pengalaman pribadi pejabat kolonial, termasuk pandangan mereka terhadap masyarakat lokal. Historiografi Jawa abad ke-19: memberikan detail tentang kehidupan sosial-budaya di Priangan, yang jarang muncul dalam laporan resmi pemerintah.
Related Sources in Our Collections
----
UGM Research Collections Link
----