Sinopsis
Aanteekeningen over het nut, door de Bewoners van Java aan eenige planten van dat Eiland toegeschreven, uit berigten der inlanders zamengesteld. 1845. Buku Aanteekeningen over het nut, door de Bewoners van Java aan eenige planten van dat Eiland toegeschreven, uit berigten der inlanders zamengesteld (1845) adalah sebuah kompilasi etnobotani kolonial awal yang menghimpun pengetahuan masyarakat Jawa tentang kegunaan berbagai tanaman lokal. Isi Pokok Buku Konteks penulisan Ditulis pada pertengahan abad ke-19, ketika minat ilmuwan dan pejabat kolonial Belanda terhadap flora tropis sangat besar. Buku ini disusun dari laporan dan penuturan masyarakat Jawa (berigten der inlanders), sehingga merupakan dokumentasi pengetahuan lokal yang ditransmisikan secara lisan. Isi utama Daftar tanaman Jawa: berbagai jenis tumbuhan yang umum ditemukan di pulau Jawa. Kegunaan praktis: Obat-obatan tradisional: tanaman yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit, luka, atau gangguan kesehatan. Kegunaan sehari-hari: bahan makanan, minuman, pewarna, bahan bangunan, dan kerajinan. Kegunaan ritual/spiritual: tanaman yang dipakai dalam upacara adat atau kepercayaan lokal. Pengetahuan lokal: penjelasan tentang bagaimana orang Jawa memahami sifat tanaman, cara pengolahan, dan efektivitasnya. Catatan kolonial: penulis menambahkan komentar atau klasifikasi botani menurut sistem Eropa, sehingga terjadi pertemuan antara epistemologi lokal dan kolonial. Karakter teks Ditulis sebagai aanteekeningen (catatan), sehingga bentuknya berupa kumpulan observasi singkat, bukan narasi panjang. Menggabungkan bahasa ilmiah kolonial dengan deskripsi etnografis. Mencerminkan minat kolonial untuk menginventarisasi pengetahuan lokal demi kepentingan ilmiah dan ekonomi. Signifikansi Etnobotani kolonial: Buku ini adalah salah satu sumber awal tentang bagaimana masyarakat Jawa memanfaatkan tanaman, sebelum berkembangnya penelitian botani modern. Historiografi pengetahuan lokal: Menunjukkan bagaimana pengetahuan tradisional Jawa diangkat ke dalam teks kolonial, sekaligus mengalami transformasi klasifikasi. Arsip kolonial: Penting sebagai dokumen epistemologis yang memperlihatkan interaksi antara pengetahuan lisan masyarakat dan sistem dokumentasi kolonial.
Related Sources in Our Collections
----
UGM Research Collections Link
----