Sinopsis
De lepra in Nederlandsch Oost-Indie tijdens de 17de en 18de eeuw. De lepra in Nederlandsch Oost-Indie tijdens de 17de en 18de eeuw adalah sebuah studi sejarah medis yang meneliti penyakit lepra (kusta) di Hindia Belanda pada abad ke-17 dan ke-18. Buku ini menyoroti bagaimana pemerintah kolonial Belanda, gereja, dan masyarakat lokal menghadapi penyakit tersebut, serta bagaimana kebijakan kesehatan kolonial berkembang dari masa awal VOC hingga abad ke-18. Isi dan Struktur Buku Buku ini ditulis oleh Dr. J. J. van der Stelt (awal abad ke-20) sebagai kajian retrospektif berbasis arsip kolonial. Garis besar tematiknya: Pendahuluan Menjelaskan latar belakang lepra sebagai penyakit endemis di Asia Tenggara. Menguraikan persepsi Eropa terhadap lepra sebagai “penyakit tropis” yang menakutkan. Lepra di Hindia Belanda Abad ke-17 Catatan awal VOC tentang kasus lepra di Batavia dan daerah pelabuhan. Kebijakan isolasi terhadap penderita lepra. Peran gereja dan lembaga sosial dalam mengatur perawatan. Abad ke-18: Konsolidasi Kebijakan Pemerintah kolonial mulai membentuk rumah sakit khusus dan koloni lepra. Dokumentasi tentang lokasi-lokasi isolasi (misalnya di Ambon dan Batavia). Perdebatan antara pendekatan medis dan moral-religius dalam menangani penderita. Aspek Sosial dan Budaya Stigma terhadap penderita lepra di masyarakat kolonial maupun pribumi. Peran hukum kolonial dalam mengatur pernikahan, pekerjaan, dan kehidupan sosial penderita. Catatan tentang interaksi antara pengobatan tradisional lokal dan kebijakan medis Barat. Kesimpulan Historis Lepra menjadi salah satu penyakit yang mendorong lahirnya kebijakan kesehatan kolonial. Menunjukkan bagaimana kolonialisme memandang penyakit sebagai ancaman terhadap stabilitas ekonomi dan sosial. Konteks Historiografis Nilai Dokumenter: Buku ini berbasis arsip VOC dan pemerintah kolonial, sehingga penting untuk penelitian sejarah kedokteran tropis. Bias Kolonial: Narasi ditulis dari sudut pandang Belanda, dengan fokus pada kontrol sosial dan ekonomi, bukan pada pengalaman penderita lokal. Signifikansi Akademik: Kini lebih bernilai sebagai sumber historiografi kolonial dan sejarah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kesimpulan De lepra in Nederlandsch Oost-Indie tijdens de 17de en 18de eeuw adalah dokumentasi historis tentang penyakit lepra di Hindia Belanda, yang menyoroti kebijakan isolasi, stigma sosial, dan interaksi antara pengobatan tradisional dengan kedokteran kolonial. Nilainya kini terutama sebagai sumber sejarah kedokteran tropis dan kebijakan kesehatan kolonial.
Related Sources in Our Collections
----
UGM Research Collections Link
----