Sinopsis
Boekoe Obat-Obat Djawa : Moeat Bermatjam-matjam obat Djawa asal dari penoetoeran orang-orang toea dan soedah banjak dipractikkan dengan ternjata mandjoer sekali boeat menjemboehkan beberapa penjakit. 1941. Buku Boekoe Obat-Obat Djawa: Moeat Bermatjam-matjam obat Djawa asal dari penoetoeran orang-orang toea dan soedah banjak dipractikkan dengan ternjata mandjoer sekali boeat menjemboehkan beberapa penjakit (1941) adalah sebuah kompilasi resep tradisional Jawa yang ditulis dalam bahasa Melayu kolonial, berisi ramuan-ramuan obat dari tradisi lisan orang tua Jawa yang dianggap mujarab untuk berbagai penyakit. Isi Pokok Buku Tujuan penulisan Menghimpun pengetahuan pengobatan tradisional Jawa yang diwariskan secara turun-temurun. Menyajikan resep dalam bentuk praktis agar bisa dipakai oleh masyarakat luas. Menjadi arsip tertulis dari tradisi lisan yang sebelumnya hanya beredar di kalangan dukun atau orang tua desa. Isi utama Resep obat tradisional: kumpulan ramuan dari bahan alami (akar, daun, bunga, kulit kayu, rempah, dan mineral). Sumber pengetahuan: penulis menekankan bahwa ramuan berasal dari “penoetoeran orang-orang toea” (tradisi lisan orang tua Jawa). Praktik empiris: ramuan disebut sudah “banjak dipractikkan” dan terbukti “mandjoer sekali” untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Jenis penyakit yang dibahas: sakit perut, demam, batuk, luka, penyakit kulit, gangguan wanita, hingga penyakit yang dianggap “angin jahat” atau gangguan spiritual. Cara pemakaian: petunjuk sederhana tentang bagaimana ramuan dibuat (direbus, ditumbuk, dicampur) dan bagaimana dikonsumsi atau digunakan. Karakter teks Ditulis dengan bahasa Melayu pasar (ejaan lama), sehingga mudah dipahami oleh masyarakat bumiputra. Tidak bersifat akademis, melainkan praktis dan populer. Mencerminkan perpaduan antara pengetahuan tradisional Jawa dengan upaya kolonial untuk mendokumentasikan dan menyebarkan pengetahuan lokal. Signifikansi Sejarah pengobatan tradisional: Buku ini menjadi arsip penting tentang praktik pengobatan Jawa sebelum modernisasi medis kolonial sepenuhnya mendominasi. Kebudayaan dan epistemologi: Menunjukkan bagaimana pengetahuan lokal yang berbasis pengalaman dan tradisi lisan diangkat ke dalam bentuk teks tertulis. Kolonial dan lokal: Walaupun diterbitkan dalam konteks kolonial, buku ini lebih menekankan pada otoritas pengetahuan lokal Jawa.
Related Sources in Our Collections
----
UGM Research Collections Link
----