Sinopsis
Hapoesken itoe madat Anti Opium Hospital. 1916. Buku Hapoesken Itoe Madat: Anti Opium Hospital (1916) adalah sebuah teks berbahasa Melayu kolonial yang diterbitkan sebagai bagian dari gerakan anti-opium di Hindia Belanda. Isinya berfungsi sebagai panduan moral, kesehatan, dan sosial untuk menghentikan kebiasaan mengonsumsi madat (opium), sekaligus memperkenalkan peran “Anti Opium Hospital” sebagai lembaga perawatan. Isi Pokok Buku Konteks penerbitan Pada awal abad ke-20, pemerintah kolonial Belanda masih mengandalkan monopoli opium sebagai sumber pemasukan besar. Di sisi lain, muncul gerakan anti-opium yang menentang kebijakan ini, baik di Belanda maupun di Hindia. Buku ini ditulis dalam bahasa Melayu agar dapat menjangkau masyarakat bumiputra, dengan tujuan edukasi dan propaganda kesehatan. Isi utama Bahaya madat (opium): dijelaskan sebagai zat yang merusak tubuh, melemahkan pikiran, dan menghancurkan moral. Dampak sosial: digambarkan menyebabkan kemiskinan, kemalasan, kriminalitas, dan kehancuran keluarga. Ajakan “hapoesken itoe madat”: seruan moral dan praktis agar masyarakat berhenti menggunakan opium. Peran Anti Opium Hospital: Diperkenalkan sebagai tempat perawatan bagi pecandu yang ingin berhenti. Menawarkan metode pengobatan medis dan dukungan sosial untuk mengatasi kecanduan. Instruksi praktis: anjuran menjaga kesehatan tubuh, mencari dukungan keluarga, dan menggunakan obat atau terapi yang tersedia di rumah sakit anti-opium. Karakter teks Ditulis dengan bahasa Melayu sederhana (ejaan lama), mudah dipahami oleh masyarakat luas. Gaya populer, bukan akademis, dengan nada moralistik dan edukatif. Mencerminkan perpaduan antara pengetahuan medis kolonial dan kampanye moral anti-opium. Signifikansi Sejarah narkotika kolonial: Buku ini memperlihatkan bagaimana opium dipandang sebagai “bahaya sosial” dan bagaimana gerakan anti-opium mencoba melawan kebijakan kolonial. Kesehatan masyarakat: Menjadi salah satu teks awal yang mengajarkan konsep kecanduan dan cara mengatasinya dalam bahasa lokal. Historiografi kolonial: Menunjukkan adanya oposisi terhadap kebijakan opium dari dalam masyarakat Hindia Belanda sendiri, bukan hanya dari Eropa.
Related Sources in Our Collections
----
UGM Research Collections Link
----