Sinopsis

Serat triguna usada. 1901. Buku Serat Triguna Usada (1901) adalah naskah Jawa berisi pengetahuan pengobatan tradisional (usada) yang memadukan unsur medis, spiritual, dan kosmologis, ditulis dalam bentuk serat (karya sastra Jawa klasik). Isi Pokok Buku Konteks penulisan Usada adalah tradisi pengobatan Jawa-Bali yang bersumber dari pengetahuan lokal, sering dikaitkan dengan warisan Hindu-Buddha dan praktik dukun/empiris. Serat Triguna Usada ditulis dalam bahasa Jawa dengan aksara tradisional, diterbitkan dalam bentuk cetakan tahun 1901 sebagai bagian dari upaya kolonial dan lokal untuk mendokumentasikan pengetahuan tradisional. Isi utama Konsep “Triguna”: merujuk pada tiga kekuatan atau sifat dasar manusia (sering dikaitkan dengan pengaruh Hindu: sattwa, rajas, tamas), yang dalam konteks pengobatan dipahami sebagai keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa. Klasifikasi penyakit: membagi penyakit berdasarkan gangguan keseimbangan triguna, misalnya penyakit akibat “panas” berlebih, kelemahan tubuh, atau pengaruh roh jahat. Resep obat tradisional: ramuan dari tumbuhan, akar, daun, bunga, rempah, dan mineral, dengan cara pemakaian (direbus, ditumbuk, diminum, atau ditempelkan). Ritual dan doa: selain ramuan, pengobatan sering disertai dengan mantra, doa, atau praktik spiritual untuk mengusir penyakit. Panduan praktis: petunjuk menjaga kesehatan, pola makan, dan cara hidup seimbang sesuai ajaran triguna. Karakter teks Ditulis dalam bentuk serat (prosa Jawa klasik), sehingga bercampur antara pengetahuan medis, filsafat, dan sastra. Menggunakan bahasa Jawa tradisional dengan istilah lokal untuk tumbuhan dan penyakit. Mencerminkan perpaduan antara pengetahuan empiris, kosmologi Hindu-Jawa, dan praktik spiritual. Signifikansi Sejarah pengobatan tradisional Jawa: Menjadi salah satu teks penting yang mendokumentasikan sistem usada sebelum dominasi kedokteran Barat. Kebudayaan dan epistemologi: Menunjukkan bagaimana masyarakat Jawa memahami kesehatan sebagai keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan kosmos. Arsip kolonial: Penerbitan tahun 1901 memperlihatkan bagaimana pengetahuan lokal diangkat ke dalam bentuk cetakan, sehingga bisa diakses lebih luas dan sekaligus menjadi bagian dari arsip kolonial.


Related Sources in Our Collections

----

UGM Research Collections Link

----

Perhatian: Dokumen yang berukuran besar mungkin akan muncul lebih lama.