Sinopsis

De Geneeskunde der Minangkabau - Maleirs. 1910. Buku De Geneeskunde der Minangkabau – Maleirs (1910) adalah sebuah karya etnografis-medis yang mendokumentasikan praktik pengobatan tradisional masyarakat Minangkabau di Sumatra Barat. Ditulis dalam bahasa Belanda, buku ini berfungsi sebagai arsip kolonial yang menggabungkan deskripsi etnografi dengan perspektif medis Barat. Isi Pokok Buku Konteks penulisan Awal abad ke-20, banyak dokter dan etnografer Belanda menaruh perhatian pada praktik pengobatan lokal di Nusantara. Buku ini lahir dari pengamatan langsung terhadap masyarakat Minangkabau, dengan tujuan mendokumentasikan sistem pengobatan tradisional mereka. Isi utama Klasifikasi penyakit menurut orang Minangkabau: penyakit dipahami bukan hanya sebagai gangguan fisik, tetapi juga akibat ketidakseimbangan kosmologis atau pengaruh roh. Ramuan tradisional: uraian tentang penggunaan tumbuhan, akar, daun, rempah, dan mineral sebagai obat. Peran dukun dan tabib: dijelaskan bagaimana otoritas pengobatan tradisional bekerja, termasuk ritual, doa, dan praktik magis. Praktik medis empiris: beberapa metode pengobatan yang dianggap efektif oleh masyarakat, misalnya untuk demam, luka, atau penyakit kulit. Pandangan kolonial: penulis membandingkan praktik lokal dengan kedokteran Barat, kadang menilai ramuan tradisional sebagai “kurang ilmiah” tetapi tetap mencatat efektivitas empirisnya. Karakter teks Ditulis dengan gaya ilmiah-etnografis, menggabungkan deskripsi detail dengan analisis kolonial. Menggunakan istilah botani dan medis Barat, tetapi tetap mencatat istilah lokal Minangkabau. Berfungsi sebagai dokumentasi sekaligus sebagai bahan kajian bagi dokter kolonial. Signifikansi Etnomedisin kolonial: Buku ini adalah salah satu sumber awal tentang sistem pengobatan Minangkabau, memperlihatkan interaksi antara pengetahuan lokal dan kolonial. Historiografi kesehatan: Menunjukkan bagaimana kolonialisme Belanda mengarsipkan pengetahuan medis lokal, baik untuk kepentingan ilmiah maupun administrasi kesehatan. Arsip epistemologis: Penting sebagai dokumen yang memperlihatkan bagaimana pengetahuan tradisional diposisikan dalam kerangka kolonial—sebagai sesuatu yang “berguna” tetapi harus diklasifikasi menurut standar Barat.


Related Sources in Our Collections

----

UGM Research Collections Link

----

Perhatian: Dokumen yang berukuran besar mungkin akan muncul lebih lama.