Sinopsis

Atlas zu Pettenkofer uber die Verbreitung der Cholera in Ostindien von 1855 - 1869.. Buku Atlas zu Pettenkofer über die Verbreitung der Cholera in Ostindien von 1855–1869 (diterbitkan sekitar akhir abad ke-19) adalah sebuah karya epidemiologis yang menyajikan data visual dan analisis tentang penyebaran wabah kolera di Asia Selatan dan Hindia Belanda selama periode 1855–1869. Isi Pokok Buku Konteks penulisan Max von Pettenkofer (1818–1901), seorang dokter dan pionir kesehatan masyarakat Jerman, terkenal dengan teori lingkungan tentang kolera. Ia menolak pandangan bahwa kolera semata-mata disebabkan oleh mikroba, dan menekankan faktor lingkungan (tanah, air, iklim) sebagai penentu penyebaran. Atlas ini disusun sebagai dokumentasi empiris untuk mendukung teorinya, dengan fokus pada wilayah Asia, termasuk Hindia Belanda. Isi utama Peta epidemiologis: atlas berisi peta-peta yang menunjukkan persebaran kolera di berbagai wilayah Asia Selatan dan Hindia Belanda antara 1855–1869. Data statistik: angka kasus dan kematian kolera dari laporan kolonial, disusun secara kronologis. Analisis faktor lingkungan: hubungan antara wabah kolera dengan kondisi iklim, musim hujan, banjir, serta kepadatan penduduk. Perbandingan regional: membandingkan persebaran kolera di India, Ceylon (Sri Lanka), dan Jawa, untuk menunjukkan pola umum maupun perbedaan lokal. Argumentasi teoritis: atlas digunakan Pettenkofer untuk memperkuat gagasan bahwa kolera tidak hanya ditularkan dari orang ke orang, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi tanah dan air. Karakter teks Bersifat ilmiah-visual: lebih banyak peta, tabel, dan diagram daripada narasi panjang. Ditulis dalam bahasa Jerman, dengan gaya dokumentasi medis dan statistik. Mencerminkan paradigma epidemiologi abad ke-19 sebelum teori kuman (germ theory) benar-benar mendominasi. Signifikansi Sejarah epidemiologi: Atlas ini adalah salah satu karya penting dalam sejarah studi kolera, memperlihatkan transisi dari teori lingkungan ke teori mikroba. Historiografi kolonial: Data yang digunakan berasal dari laporan kolonial Hindia Belanda, sehingga menjadi arsip penting tentang kesehatan masyarakat di Jawa pada pertengahan abad ke-19. Metodologi visual: Menunjukkan bagaimana peta dan atlas digunakan sebagai alat ilmiah untuk memahami penyakit menular.


Related Sources in Our Collections

----

UGM Research Collections Link

----

Perhatian: Dokumen yang berukuran besar mungkin akan muncul lebih lama.