Sinopsis
Bab Sesakit beri beri tuwin usodo Utawi penyegahipun. 1935. Mengenai masalah penyakit beri beri yang menimpa pada manusia karena akibat kekurangan vit B1 dan cara pencegahanya. Identitas dan Konteks Judul: Bab Sesakit Beri Beri tuwin Usodo Utawi Penyegahipun Tahun: 1935 Bahasa: Jawa (aksara Latin maupun aksara Jawa, tergantung edisi) Tema: Penyakit beri-beri (defisiensi vitamin B1/tiamin) yang kala itu sangat umum di Hindia Belanda, terutama di kalangan masyarakat yang pola makannya didominasi beras giling putih. Tujuan: Memberikan pengetahuan medis populer kepada masyarakat Jawa tentang gejala, penyebab, cara pengobatan (usodo), dan pencegahan (penyegahipun). Isi Pokok Buku Definisi dan Gejala Beri-beri Menjelaskan bahwa beri-beri adalah penyakit yang menyerang saraf dan jantung. Gejala: lemah otot, bengkak pada kaki, sesak napas, mudah lelah, dan gangguan saraf (kesemutan, lumpuh). Penyebab Utama Kekurangan zat gizi dari beras giling (beras putih yang kehilangan kulit ari). Pola makan monoton tanpa variasi lauk-pauk. Penjelasan sederhana tentang “zat penting” dalam makanan (cikal bakal konsep vitamin). Pengobatan (Usodo)** Anjuran konsumsi makanan bergizi: beras merah, kacang-kacangan, ikan, sayur. Penggunaan ramuan tradisional Jawa untuk memperkuat tubuh. Rujukan pada pengobatan modern (dokter kolonial) bila gejala berat. Pencegahan (Penyegahipun) Diversifikasi makanan, tidak hanya makan nasi putih. Pentingnya pola makan seimbang. Edukasi masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal. Pesan Sosial Menekankan bahwa penyakit ini bisa dicegah dengan pengetahuan dan kebiasaan hidup sehat. Mengajak masyarakat Jawa untuk lebih sadar akan gizi dan kesehatan. Signifikansi Historiografis Kesehatan kolonial: Buku ini menunjukkan bagaimana pemerintah kolonial dan kalangan intelektual Jawa berusaha menyebarkan pengetahuan medis populer untuk mengatasi penyakit endemik. Bahasa lokal: Ditulis dalam bahasa Jawa agar mudah dipahami masyarakat, memperlihatkan strategi komunikasi kesehatan publik. Peralihan ilmu: Menarik karena memadukan pengetahuan tradisional (usodo Jawa) dengan pengetahuan medis modern tentang vitamin. Buku ini adalah panduan kesehatan populer yang berfungsi sebagai jembatan antara ilmu kedokteran kolonial dan pengetahuan tradisional Jawa, dengan fokus pada pencegahan penyakit beri-beri yang kala itu menjadi masalah besar di Hindia Belanda.
Related Sources in Our Collections
----
UGM Research Collections Link
----