Sinopsis

The First plaque epidemic in the Dutch Indies. 1912. Buku The First Plague Epidemic in the Dutch Indies (1912) adalah laporan medis-kolonial yang mendokumentasikan wabah pes pertama di Hindia Belanda, khususnya di Jawa, yang mulai muncul sekitar tahun 1911–1912. Isinya menyoroti asal-usul wabah, cara penularan, serta langkah-langkah intervensi kesehatan masyarakat yang dilakukan pemerintah kolonial. Isi Pokok Buku Konteks sejarah Wabah pes pertama kali tercatat di Malang, Jawa Timur, pada 1911. Buku ini ditulis sebagai laporan resmi untuk mendokumentasikan epidemi awal dan respons kolonial. Pes dianggap sebagai ancaman besar karena sifatnya sangat mematikan dan cepat menular. Isi utama Deskripsi epidemi: kronologi munculnya kasus pes di Jawa, penyebaran ke daerah lain, dan jumlah korban. Teori penularan: mengikuti teori “rat–flea–man” (tikus–kutu–manusia), di mana rumah tradisional Jawa dengan bambu berongga dan atap rumbia dianggap sebagai sarang tikus dan vektor penyakit. Langkah intervensi kolonial: Renovasi besar-besaran rumah penduduk untuk mengurangi sarang tikus. Inspeksi berkala terhadap jutaan rumah di Jawa. Kampanye kesehatan masyarakat untuk mengajarkan cara “rat-proofing” rumah dan lingkungan. Data medis: laporan tentang gejala klinis pes, tingkat kematian, serta upaya pengobatan dengan metode medis yang tersedia saat itu. Dampak sosial: bagaimana masyarakat Jawa dipaksa menyesuaikan rumah dan kebiasaan hidup mereka dengan kebijakan kesehatan kolonial. Karakter teks Ditulis dengan gaya laporan medis-administratif, penuh dengan data epidemiologi dan deskripsi teknis. Perspektif kolonial sangat dominan: masyarakat lokal digambarkan sebagai “sumber risiko” yang harus ditertibkan melalui intervensi struktural. Signifikansi Sejarah kesehatan kolonial: Buku ini adalah sumber primer tentang bagaimana wabah pes pertama kali ditangani di Hindia Belanda. Kebijakan kolonial: Menunjukkan bagaimana intervensi kesehatan berubah menjadi proyek sosial besar, termasuk renovasi 1,6 juta rumah di Jawa dalam kurun 30 tahun. Historiografi: Penting untuk memahami bagaimana kolonialisme Belanda menghubungkan epidemi dengan kontrol sosial, memaksa masyarakat mengubah pola hidup dan arsitektur rumah.


Related Sources in Our Collections

----

UGM Research Collections Link

----

Perhatian: Dokumen yang berukuran besar mungkin akan muncul lebih lama.