Sinopsis
Struma en cretinisme in den Indischen Archipel. 1890. Struma en Cretinisme adalah kajian medis kolonial yang membahas endemis gondok (struma) dan cretinisme (gangguan perkembangan akibat defisiensi yodium) di wilayah Nusantara, khususnya daerah pegunungan terpencil. Buku ini menyoroti hubungan antara kondisi geografis, pola konsumsi, dan kesehatan masyarakat, serta mencatat praktik tradisional dan intervensi medis Barat pada masa itu. Isi dan Struktur Buku Berdasarkan publikasi ilmiah abad ke-19 dan penelitian lanjutan abad ke-20, isi buku ini dapat diringkas sebagai berikut: Pendahuluan Menjelaskan fenomena struma (pembesaran kelenjar tiroid) dan cretinisme sebagai masalah kesehatan endemis di berbagai wilayah pegunungan di Hindia Belanda. Distribusi Geografis Kasus banyak ditemukan di daerah pegunungan terpencil, seperti Jawa Tengah, Sumatra, dan kemudian Papua (Irian Barat). Faktor lingkungan seperti kekurangan yodium dalam tanah dan air menjadi penyebab utama. Manifestasi Klinis Struma: pembesaran leher akibat tiroid. Cretinisme: keterbelakangan fisik dan mental akibat hipotiroidisme kongenital. Buku ini mendokumentasikan kasus-kasus dengan detail medis dan deskripsi antropologis. Praktik Tradisional vs. Medis Barat Masyarakat lokal sering mengaitkan penyakit dengan faktor spiritual atau adat. Dokter kolonial mencoba menghubungkan dengan faktor nutrisi dan fisiologi, serta melakukan penelitian laboratorium (misalnya analisis urin untuk kadar yodium. Upaya Intervensi Pemberian garam beryodium sebagai solusi modern. Dokumentasi awal tentang hubungan antara diet, lingkungan, dan kesehatan endokrin. Konteks Historiografis Kolonialisme dan Medis: Buku ini mencerminkan cara pandang kolonial terhadap penyakit endemis, dengan fokus pada “perbaikan” masyarakat lokal melalui intervensi Barat. Nilai Ilmiah: Meski sarat bias kolonial, karya ini menjadi sumber penting dalam sejarah kedokteran tropis dan endokrinologi di Indonesia. Signifikansi Akademik: Kini lebih bernilai sebagai dokumen historiografi medis dan antropologi kesehatan, bukan sebagai rujukan klinis modern. Kesimpulan Struma en Cretinisme adalah dokumentasi kolonial tentang endemis gondok dan cretinisme di Nusantara, yang menyoroti faktor lingkungan (defisiensi yodium), manifestasi klinis, serta interaksi antara pengobatan tradisional dan medis Barat. Nilainya kini terutama sebagai sumber sejarah kedokteran tropis dan antropologi kesehatan.
Related Sources in Our Collections
----
UGM Research Collections Link
----